Senin, 01 Juni 2026

Jateng Perkuat Promosi Pariwisata Global Lewat BBTF 2026

Senin, 01 Juni 2026 12:01 WIB
Jateng Perkuat Promosi Pariwisata Global Lewat BBTF 2026
Pemprov Jateng memperkuat promosi sektor pariwisata di pasar internasional melalui partisipasi dalam ajang BBTF 2026 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada 28-30 Mei 2026.

Bali (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus memperkuat promosi sektor pariwisata di pasar internasional melalui partisipasi dalam ajang Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada 28-30 Mei 2026.

Dilansir dari laman Jatengprov, melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, pemerintah daerah memfasilitasi pelaku industri pariwisata untuk mengikuti Travel Exchange (Travex) dan bertemu langsung dengan buyer dari berbagai negara.

Kepala Disbudparekraf Jawa Tengah, Hanung Triyono mengatakan keikutsertaan dalam BBTF menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar internasional sekaligus memperkuat promosi destinasi unggulan Jawa Tengah.

"BBTF merupakan platform yang efektif untuk mempertemukan pelaku industri pariwisata Jawa Tengah dengan buyer internasional yang memiliki jaringan distribusi wisatawan di berbagai negara. Melalui ajang ini, kami ingin memperluas pasar, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan bagi pelaku usaha pariwisata daerah," ujar Hanung, Minggu.

Dalam ajang business to business (B2B) pariwisata terbesar di Indonesia tersebut, seller asal Jawa Tengah tercatat melakukan sekitar 80 pertemuan bisnis dengan buyer dari berbagai negara, mulai dari Asia Tenggara, Asia Timur, Australia, Eropa, hingga Timur Tengah.

Menurut Hanung, sejumlah destinasi unggulan Jawa Tengah mendapat respons positif dari buyer internasional. Kawasan Borobudur, Karimunjawa, Solo Raya, dan Kota Semarang menjadi destinasi yang paling banyak diminati.

"Bahkan ada buyer yang tertarik dengan konsep Java Experience, yaitu paket wisata yang menggabungkan Borobudur, Karimunjawa, Solo Raya, dan Semarang dalam satu rangkaian perjalanan. Konsep ini menawarkan perpaduan wisata budaya, sejarah, gastronomi, bahari, dan pengalaman berbasis masyarakat yang saat ini banyak dicari wisatawan mancanegara," jelasnya.

Hanung menuturkan, kawasan Borobudur masih menjadi magnet utama karena menawarkan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari warisan budaya dunia, wisata spiritual, desa wisata, wisata minat khusus, hingga wellness tourism.

Sementara itu, Karimunjawa dinilai memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia dengan keindahan pantai, aktivitas snorkeling dan diving, serta pengalaman wisata kepulauan yang autentik dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Solo Raya menawarkan kekuatan pada sektor budaya dan heritage melalui keberadaan keraton, tradisi budaya Jawa, seni pertunjukan, batik, serta kuliner khas yang menjadi daya tarik wisata berbasis pengalaman budaya.

Adapun Kota Semarang banyak diminati karena memadukan wisata sejarah, budaya, kuliner, dan perkotaan yang didukung aksesibilitas yang baik. Kawasan Kota Lama, wisata religi, serta potensi MICE menjadi nilai tambah bagi pasar internasional.

Hanung menambahkan, hasil pertemuan bisnis selama BBTF 2026 juga membuka peluang ekonomi yang cukup besar bagi Jawa Tengah.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru