Sabtu, 25 April 2026

PMI dan Palang Merah Timor-Leste Teken MoU Penguatan Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 25 April 2026 19:30 WIB
PMI dan Palang Merah Timor-Leste Teken MoU Penguatan Kerja Sama Kemanusiaan
PMI dan CVTL resmi menandatangani MoU terkait kerja sama penguatan kapasitas organisasi dan layanan aksi kemanusiaan lintas batas antara kedua negara. Penandatanganan berlangsung di Markas Pusat PMI, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Palang Merah Indonesia (PMI) dan Cruz Vermelha de Timor-Leste (CVTL) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait kerja sama penguatan kapasitas organisasi dan layanan aksi kemanusiaan lintas batas antara kedua negara. Penandatanganan berlangsung di Markas Pusat PMI, Jakarta, Kamis.

Dilansir dari laman PMI, MoU tersebut ditandatangani Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, dan Presiden CVTL, Madalena Fernandes Melo Hanja Costa Soares. Acara ini turut disaksikan oleh Wakil Ketua Umum PMI Nanan Soekarna serta Sekretaris Jenderal CVTL Agapito da Silva.

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Timor-Leste di Jakarta serta mitra Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, termasuk Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Palang Merah Australia, dan Palang Merah Amerika.

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menekankan pentingnya solidaritas kemanusiaan lintas negara. Ia menyatakan bahwa kerja sama ini memungkinkan kedua negara saling membantu dalam situasi darurat, tanpa terhalang batas wilayah.

"Jika terjadi bencana di Indonesia, Timor-Leste dapat datang membantu, begitu pula sebaliknya. Kerja sama ini penting karena kita adalah negara bertetangga," ujarnya.

Sementara itu, Presiden CVTL Madalena Fernandes Melo Hanja Costa Soares menyoroti kedekatan geografis dan kesamaan budaya antara Timor-Leste dan Indonesia, khususnya wilayah Nusa Tenggara Timur. Ia menegaskan pentingnya penguatan kapasitas relawan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan.

Nota Kesepahaman ini bertujuan memperkuat kerja sama kemanusiaan, khususnya dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat di wilayah perbatasan kedua negara. MoU ini juga menjadi kerangka kerja dalam pengembangan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi sesuai mandat organisasi Palang Merah.

Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup berbagai bidang strategis, antara lain manajemen risiko bencana dan krisis kesehatan, pengurangan risiko kesehatan masyarakat, pengelolaan relawan, layanan donor darah, pertolongan pertama, pemulihan hubungan keluarga, air dan sanitasi, serta diplomasi kemanusiaan dan manajemen logistik.

Selain itu, kedua pihak berkomitmen membangun ketangguhan masyarakat yang inklusif, akuntabel, dan berkelanjutan, serta memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi tantangan kemanusiaan, termasuk dampak perubahan iklim.

Nota Kesepahaman ini berlaku selama lima tahun sejak tanggal penandatanganan dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Implementasinya akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama teknis sesuai kebutuhan program di lapangan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Relawan SIBAT Puger Wetan Ikuti Pelatihan Pertolongan Pertama Dasar, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
PMI Jakarta Pusat Layani 1.000 Warga Sepanjang Awal 2026
PMI Siap Salurkan Bantuan untuk Warga Iran
Pemkab Rembang Perkuat Budaya Donor Darah, Stok Diharapkan Lebih Stabil
Momen Kembali ke Sekolah: Siswa Kenakan Seragam
PMI Ajak Warga Lanjutkan Donor Darah Selama Bulan Ramadan
komentar
beritaTerbaru