Minggu, 04 Oktober 2026

Permata Elieser GBKP Setia Budi Tampilkan Drama Salib Menyentuh

Jumat, 03 April 2026 06:15 WIB
Permata Elieser GBKP Setia Budi Tampilkan Drama Salib Menyentuh
Pementasan drama Jalan Salib yang dibawakan oleh Permata Elieser dalam ibadah Jumat Agung di GBKP Runggun Setia Budi, Klasis Medan Kampung Lalang, Jumat (3/4/2026).
Medan (buseronline.com) - Ibadah Jumat Agung di GBKP Runggun Setia Budi, Klasis Medan Kampung Lalang, Jumat (3/4/2026), berlangsung khidmat dan penuh penghayatan melalui pementasan drama Jalan Salib yang dibawakan oleh Permata Elieser.

Drama ini mengisahkan perjalanan penderitaan Yesus Kristus sejak dihadapkan kepada Pontius Pilatus hingga wafat di kayu salib di Bukit Golgota.

Pementasan tersebut berhasil menggugah emosi jemaat yang hadir, dengan alur cerita yang kuat serta penampilan para pemain yang penuh penghayatan.

Peran narator dibawakan oleh Syalom Ginting yang menuntun jalannya cerita secara runtut.

Sementara itu, tokoh Yesus diperankan oleh Frans Gabriel Ginting, dengan penggambaran penderitaan yang mendalam sepanjang perjalanan memikul salib.

Peran Pontius Pilatus dimainkan oleh Brian Sembiring, serta didukung oleh para pemeran lain seperti prajurit, Maria, Veronika, dua penjahat, dan orang banyak.

Dalam salah satu adegan penting, digambarkan bagaimana Pilatus menyerahkan Yesus kepada orang banyak setelah mereka memilih membebaskan Barabas. Adegan berlanjut dengan penyiksaan oleh prajurit Romawi, penyaliban, hingga detik-detik terakhir Yesus di kayu salib.

Momen-momen emosional seperti perjumpaan Yesus dengan ibu-Nya, Maria, pertolongan Simon dari Kirene, serta tindakan Veronika yang mengusap wajah Yesus, turut memperdalam makna penderitaan yang ditampilkan.

Jemaat juga tampak terharu saat adegan penyaliban, ketika Yesus mengucapkan, “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Drama ditutup dengan kisah wafatnya Yesus dan suasana duka yang mendalam, mengajak jemaat untuk merenungkan makna pengorbanan Kristus bagi keselamatan umat manusia.

Melalui pementasan ini, Permata Elieser tidak hanya menampilkan kreativitas seni, tetapi juga menghadirkan refleksi iman yang kuat bagi jemaat, khususnya dalam menghayati makna Jumat Agung sebagai peringatan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. (P3)
Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemkab Taput Salurkan Bantuan Rp267,45 Juta kepada 32 KK Terdampak Bencana
Bupati Taput Buka Tapanuli Highlands Festival 2026, Ikut Renang 1,2 Kilometer di Danau Toba
Pemprov Jateng Percepat Verifikasi 4.230 Gerai Koperasi Merah Putih
Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno: Kami Berikan Pertimbangan kepada Presiden
Dinkes Medan Waspadai Penyebaran Influenza A, 15 Kasus Tercatat hingga September 2026
Polri Lepas 140 Personel FPU 8 MINUSCA untuk Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah
komentar
beritaTerbaru