Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menantang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan untuk keluar dari zona nyaman dan berani menampilkan serta mempromosikan produk mereka di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Pernyataan itu disampaikan Rico Waas saat membuka kegiatan Pelatihan UMKM Bangkit: Strategi Digital untuk Pemulihan UMKM Kota Medan, yang digelar Pemko Medan bekerja sama dengan Lazada di Hotel Karibia Boutique, Jalan Timor, Jumat.
Menurut Rico Waas, tantangan utama UMKM saat ini bukan hanya kualitas produk, tetapi rendahnya kepercayaan diri pelaku usaha dalam memasarkan hasil produksinya.
“Kita punya banyak produk bagus, tapi pelakunya tidak percaya diri untuk mempromosikan. Ini yang harus diubah. UMKM harus berani tampil,” tegasnya.
Ia bahkan mendorong pelaku UMKM yang hadir untuk naik ke atas panggung dan memperkenalkan produknya. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pembelajaran agar para pelaku usaha terbiasa menawarkan produk secara terbuka.
“Kalau tidak berani bicara, tidak berani jualan, bagaimana produk kita bisa dikenal? Mental ini yang harus dibangun,” tambah Wali Kota.
Dilansir dari laman Portal Medan, Rico Waas menyoroti fenomena UMKM yang kerap tumbuh cepat namun tidak bertahan lama. Hal ini, menurutnya, disebabkan oleh lemahnya strategi usaha dan minimnya pemahaman terhadap pasar.
“Banyak yang semangat di awal, tapi berhenti di tengah jalan. Karena tidak tahu cara jualan, tidak paham market, dan tidak punya strategi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan digital. Perubahan perilaku masyarakat yang kini serba berbasis teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang, bukan ancaman.
“Sekarang semua orang pegang gadget. Artinya, jualan harus masuk ke sana. Kalau tidak, kita akan tertinggal,” tegasnya.
Wali Kota Medan menekankan bahwa membangun usaha tidak bisa setengah-setengah. Mulai dari pemilihan produk, segmentasi pasar, hingga strategi promosi harus dirancang matang. Bahkan, tampilan visual seperti foto produk menjadi faktor penting dalam menarik minat pembeli.
Selain itu, ia menegaskan agar program pelatihan UMKM tidak berhenti sebagai kegiatan formal semata. Pemko Medan akan mendorong sistem inkubasi dan pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha yang memiliki potensi.
“Jangan selesai pelatihan, selesai juga pendampingannya. Harus ada inkubator, ada kurasi, supaya UMKM kita bisa benar-benar naik kelas,” jelasnya.
Berbagai produk lokal turut ditampilkan dalam kegiatan ini, mulai dari olahan ikan teri aneka rasa, stik kentang rumahan, bawang goreng premium, hingga keripik sambal dan keripik pisang kekinian yang memiliki potensi menembus pasar lebih luas.
Dengan dorongan kepercayaan diri, strategi digital, serta pendampingan berkelanjutan, Pemko Medan optimistis UMKM lokal mampu berkembang lebih kuat, kompetitif, dan menjadi pilar ekonomi kota di masa depan.
Pelatihan ini diharapkan menjadi momentum bagi UMKM Medan untuk lebih berani berinovasi, memperluas jaringan, dan memaksimalkan potensi digital agar produk lokal dapat dikenal lebih luas, bahkan menembus pasar nasional maupun internasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar