Nias Utara (buseronline.com) - PT PLN (Persero) kembali menegaskan komitmennya menghadirkan akses listrik merata hingga pelosok negeri melalui program Listrik Desa (Lisdes) di Desa Ombolata, Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias Utara.
Kehadiran listrik ini menjadi simbol nyata kehadiran negara di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus tonggak penting dalam pemerataan energi berkeadilan di Indonesia.
Peresmian tersebut dihadiri Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany G Akmalaputri; General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir; Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu; Kajari Gunungsitoli, Dr Firman Halawa SH MH; Dandim 0213, Letkol Inf Sampe T Butar Butar; Kapolres Nias, AKBP Agung SDC SPsi MPsi Psi MKP, serta unsur Forkopimda dan masyarakat setempat.
Kehadiran listrik di Desa Ombolata bukan sekadar penyalaan jaringan, melainkan membuka akses lebih luas terhadap peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menekankan pentingnya listrik sebagai fondasi pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
“Pada hari ini, kita tidak hanya meresmikan jaringan listrik, tetapi juga menyalakan harapan baru bagi masyarakat. Listrik yang hadir di desa ini adalah simbol kemajuan, pemerataan, serta masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujar Mundhakir.
Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah kepulauan seperti Nias Utara memiliki tantangan tersendiri, mulai dari kondisi geografis hingga keterbatasan logistik. Namun, melalui kolaborasi PLN, pemerintah daerah, dan dukungan masyarakat, seluruh tantangan dapat diatasi.
“PLN berkomitmen untuk terus memperluas akses listrik hingga ke seluruh pelosok. Tahun ini, kami menargetkan 21 desa lainnya di Nias Utara segera menikmati listrik,” tambah Mundhakir.
Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G Akmalaputri, menegaskan bahwa melistriki seluruh desa Indonesia adalah pekerjaan besar yang membutuhkan dedikasi, inovasi, dan semangat gotong royong.
“Secara jujur, melistriki seluruh pelosok desa bukanlah hal mudah. Kondisi geografis menantang bahkan mengharuskan petugas memikul tiang listrik secara manual. Namun dengan kekuatan gotong royong bangsa ini, Alhamdulillah kita bisa mewujudkannya,” ungkap Arsyadany.
Ia menambahkan, secara nasional PLN menargetkan penyelesaian elektrifikasi sekitar 1.500 desa pada tahun 2026, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan energi berkeadilan dan mendukung transisi energi nasional.
Di sisi lain, Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, menyampaikan apresiasi atas kehadiran PLN dan seluruh pihak yang berkontribusi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN dan seluruh Forkopimda yang telah hadir dan berkontribusi dalam peresmian listrik ini. Ini merupakan langkah besar bagi kemajuan Nias Utara,” ujar Amizaro.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan listrik secara produktif dan bijak sebagai pendorong kesejahteraan.
“Mari kita gunakan listrik ini untuk berdoa, berusaha, dan berkarya demi kemajuan daerah. Dengan hadirnya listrik, kita harus mampu menciptakan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Program Lisdes di Desa Ombolata mencakup pembangunan infrastruktur kelistrikan berupa jaringan tegangan menengah (JTM), jaringan tegangan rendah (JTR), serta gardu distribusi sebagai penopang utama suplai listrik bagi masyarakat.
Program ini menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor dalam mempercepat pemerataan pembangunan nasional.
PLN menegaskan bahwa listrik bukan sekadar energi, melainkan penggerak utama kehidupan. Dengan memperluas akses listrik hingga pelosok, PLN tidak hanya menghadirkan terang, tetapi juga menyalakan harapan, membuka peluang, dan mempercepat terwujudnya Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. (P3)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar