Senin, 06 April 2026

Gubernur Bobby Nasution Jamin Stok Bapok Sumut Aman dan Harga Tetap Stabil Jelang Lebaran

Dirgahayu Ginting - Kamis, 19 Maret 2026 06:12 WIB
Gubernur Bobby Nasution Jamin Stok Bapok Sumut Aman dan Harga Tetap Stabil Jelang Lebaran
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau harga bahan pokok sekaligus berdialog dengan pedagang saat kunjungan ke Pasar Sukaramai di Medan, Selasa (17/3/2026). (Dok/Sumutprov)
Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memastikan ketersediaan bahan pokok di wilayahnya dalam kondisi aman dan harga relatif stabil menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Kepastian tersebut disampaikan usai melakukan peninjauan langsung di Pasar Sukaramai, Selasa.

“Alhamdulillah, harga tidak bergejolak begitu tinggi. Harga-harga Alhamdulillah stabil,” ujar Bobby kepada awak media.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah harga bahan pokok masih berada dalam batas wajar, bahkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Harga cabai merah tercatat sekitar Rp32 ribu per kilogram, cabai rawit Rp24 ribu per kilogram, bawang merah Rp32 ribu per kilogram, daging sapi Rp135 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, serta minyak goreng Minyakita Rp16 ribu per liter.

Selain itu, harga telur ayam berada di kisaran Rp1.800 per butir, sementara harga ayam dan daging juga masih berada di bawah HET.

“Telur harganya tadi Rp1.800, HET, ayam di bawah HET, daging juga Rp135 ribu sampai Rp140 ribu,” jelasnya.

Bobby menegaskan bahwa kondisi harga yang sempat berfluktuasi bukan disebabkan oleh kekurangan stok, melainkan kendala distribusi. Pemerintah daerah kini fokus memastikan kelancaran distribusi bahan pokok agar pasokan tetap tersedia di pasar.

“Kita indikasikan ini bukan masalah stok. Kadang kemarin tidak ada barangnya, hari ini tiba-tiba ada. Ini bukan stok, tapi distribusi. Jadi kita fokus memantau distribusinya,” katanya.

Selain memantau harga, dilansir dari laman Sumutprov, Bobby juga meninjau pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah yang digelar di pasar tersebut. Program ini menyediakan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.

Dalam program tersebut, ayam ras beku dijual Rp40 ribu per kilogram, beras SPHP Rp58 ribu per 5 kilogram, serta Minyakita Rp31 ribu untuk kemasan 2 liter. Transaksi pembelian dilakukan secara non-tunai menggunakan QRIS.

Bobby menyebut program ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta aparat kepolisian.

“Bersama BI, TPID, dan Polda, kita meluncurkan program ini dan melihat efektivitasnya. Khusus menjelang hari raya, Alhamdulillah program ini berdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat, menjelaskan bahwa program Gerakan Pangan Murah berbasis QRIS tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga, tetapi juga mendorong peningkatan penggunaan sistem pembayaran digital di masyarakat.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimistis stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dapat terjaga hingga perayaan Idulfitri, sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar