Medan (buseronline.com) - Penyelenggaraan Ramadan Fair XX Tahun 1447 Hijriah di Medan mencatat perputaran transaksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai sekitar Rp2,2 M sejak dibuka pada 25 Februari 2026.
Kegiatan tahunan tersebut resmi ditutup oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, pada Senin, didampingi Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap.
Dalam sambutannya, dilansir dari laman Portal Medan, Rico Waas menyampaikan bahwa Ramadan Fair telah menjadi tradisi sekaligus identitas Kota Medan selama dua dekade terakhir. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan masyarakat serta sarana syiar keagamaan di bulan suci Ramadan.
“Ramadan Fair telah menjadi tradisi dan identitas Kota Medan selama dua dekade terakhir. Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga ruang kebersamaan masyarakat sekaligus sarana syiar keagamaan di bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Acara penutupan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala dan Zulkarnaen, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Al Rahman, unsur Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Rico Waas menambahkan, keterlibatan pelaku UMKM menjadi salah satu kekuatan utama Ramadan Fair. Tahun ini, sekitar 150 gerai kuliner serta puluhan stan kriya turut meramaikan kawasan Masjid Raya Al-Mashun dan Taman Sri Deli.
“Ramadan Fair bukan hanya perayaan budaya dan religi, tetapi juga motor penggerak ekonomi kerakyatan. UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah,” ujarnya.
Berdasarkan data panitia, total transaksi selama pelaksanaan mencapai sekitar Rp2,2 M, dengan rata-rata penjualan sekitar Rp110 juta per hari. Antusiasme masyarakat juga cukup tinggi dengan jumlah pengunjung mencapai sekitar dua ribu orang setiap harinya.
Selain bazar kuliner dan produk UMKM, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai aktivitas bernuansa religi, seperti tausiyah, lomba-lomba Islami mulai dari da’i cilik, azan, hafalan surah pendek, hingga peringatan Nuzulul Qur’an.
Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, Rico Waas mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari, seperti kesabaran, kepedulian, kebersamaan, dan keikhlasan.
“Ramadan telah mengajarkan kita tentang kesabaran, kepedulian, kebersamaan, dan keikhlasan. Nilai-nilai ini harus terus kita jaga dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam membangun Kota Medan yang kita cintai,” tuturnya.
Ia berharap Ramadan Fair tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi terus berkembang sebagai ruang budaya, ruang ekonomi, sekaligus ruang kebersamaan bagi masyarakat Kota Medan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar