Senin, 06 April 2026

Wali Kota Medan Tegaskan Penanganan Narkoba di Belawan Harus Dilakukan Secara Nyata

Agie HT Bukit SH - Minggu, 15 Maret 2026 01:06 WIB
Wali Kota Medan Tegaskan Penanganan Narkoba di Belawan Harus Dilakukan Secara Nyata
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas berjabat tangan dengan unsur aparat saat memimpin rapat koordinasi penanganan peredaran narkoba di wilayah Medan Belawan di Kantor Wali Kota, Medan, Jumat (13/3/2026).
Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan penanganan peredaran narkoba di wilayah Medan Belawan harus dilakukan secara terpadu dan tidak boleh berhenti pada wacana.

Seluruh unsur pemerintah dan aparat penegak hukum diminta segera mengambil langkah nyata untuk menutup serta menindak lokasi-lokasi penyalahgunaan narkoba yang meresahkan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Rico Waas saat memimpin Rapat Koordinasi Pembahasan Tindak Lanjut Penanganan Peredaran Narkoba di wilayah Kecamatan Medan Belawan, Jumat, di Kantor Wali Kota Medan.

Rapat tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, para pimpinan perangkat daerah, serta Camat Medan Belawan Robby Kurniawan.

Turut hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan, di antaranya perwakilan Lantamal I Belawan, Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara, Denpom I/5 Medan, Kodim 0201/Medan, Polrestabes Medan, serta Polres Pelabuhan Belawan.

Dalam rapat tersebut, Rico Waas mengungkapkan bahwa pada Selasa (10/3/2026) dirinya bersama sejumlah unsur aparat telah meninjau langsung ke Belawan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait keberadaan lokasi penyalahgunaan narkoba.

“Kami hadir di empat titik lokasi. Di empat titik itu kami buka semuanya, dan ternyata memang ada tempat penyalahgunaan narkoba sekaligus transaksi narkoba di sana,” ujar Rico.

Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan aktivitas penyalahgunaan dan transaksi narkoba di kawasan itu sudah berlangsung cukup lama dan terjadi secara berulang. Ia meyakini masih ada lokasi-lokasi serupa yang tersebar di wilayah Belawan.

“Kondisi ini membuat masyarakat khawatir. Anak-anak dan warga bisa terkontaminasi penyalahgunaan narkoba sehingga menciptakan lingkungan yang tidak aman dan menakutkan,” katanya.

Rico menegaskan Pemerintah Kota Medan bersama aparat penegak hukum harus segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. “Mulai sekarang kita tidak lagi hanya bersepakat di ruang rapat, tapi bersepakat di lapangan. Ini kondisi yang sangat urgen dan harus segera kita sikapi,” tegasnya.

Selain itu, Rico juga mendorong pembentukan tim khusus yang melibatkan berbagai unsur untuk menangani berbagai persoalan di Belawan, mulai dari peredaran narkoba, tawuran hingga gangguan keamanan lainnya.

Ia menekankan penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari pemakai, penyalur, penjual hingga pihak-pihak yang diduga melindungi jaringan tersebut.

“Kalau hari ini kita tutup satu tempat lalu besok muncul lagi, ya kita tutup lagi. Ada lagi, kita kejar lagi. Daripada kita tidak berbuat apa-apa,” ujarnya.

Selain penegakan hukum, Rico juga menekankan pentingnya langkah mitigasi sosial melalui pemberdayaan masyarakat. Ia meminta seluruh pos kamling diaktifkan kembali serta mendorong program pemberdayaan ekonomi, kegiatan olahraga bagi anak muda, hingga penguatan UMKM.

“Kalau kita ingin Belawan lebih aman, ekonominya meningkat, pendidikan masyarakatnya lebih baik, maka kita harus bergerak sekarang,” tuturnya. (P3)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar