Senin, 06 April 2026

Program Ketahanan Panas Dipaparkan PMI Medan dan Palang Merah Amerika kepada Pemko Medan

EM Bukit MKes - Jumat, 13 Maret 2026 11:00 WIB
Program Ketahanan Panas Dipaparkan PMI Medan dan Palang Merah Amerika kepada Pemko Medan
Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap menerima audiensi pengurus PMI Kota Medan bersama perwakilan Palang Merah Amerika terkait Program Ketahanan Panas Perkotaan di ruang kerjanya di Medan, Kamis (12/3/2026). (Dok/Portal Medan)

Medan (buseronline.com) - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan bersama perwakilan American Red Cross atau Palang Merah Amerika melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Medan, Kamis. Rombongan diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap di ruang kerjanya.


Pertemuan tersebut membahas pelaksanaan kajian risiko dan dampak panas ekstrem yang dilaksanakan PMI bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan kota terhadap perubahan iklim.


Turut hadir dalam audiensi tersebut Bendahara PMI Kota Medan Rudy Siregar, Project Manager Urban Heat Palang Merah Amerika Teguh Wibowo, serta Project Manager Urban Heat PMI Kota Medan Hafiz Ihsan Lubis.


Dalam kesempatan itu, dilansir dari laman Portal Medan, Zakiyuddin menyambut baik Program Ketahanan Panas Perkotaan yang diinisiasi PMI bersama mitra internasional tersebut. Ia menilai fenomena panas ekstrem memiliki potensi risiko yang perlu diantisipasi secara bersama oleh pemerintah dan masyarakat.


Wakil Wali Kota yang didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Surya Syahputra Pulungan, Kepala BPBD Yunita Sari, serta Kepala Bagian Kerja Sama Seri Inderahayu itu menegaskan bahwa Pemko Medan siap mendukung pelaksanaan program tersebut.


Menurutnya, dukungan dapat dilakukan melalui berbagai langkah, antara lain sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak panas ekstrem serta penyediaan data riwayat penyakit yang dipengaruhi oleh suhu panas tinggi guna mendukung pemetaan dan mitigasi risiko.


Sebelumnya, pihak PMI memaparkan Program Ketahanan Panas Perkotaan terhadap panas ekstrem di Indonesia. Program tersebut dilatarbelakangi oleh pesatnya urbanisasi, keterbatasan ruang terbuka hijau, meningkatnya populasi rentan, serta tren kenaikan suhu yang memicu fenomena urban heat island di kawasan perkotaan.


Program ini bertujuan membangun ketahanan kota secara jangka panjang terhadap panas ekstrem melalui penguatan pengakuan di tingkat nasional dan lokal, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta pelaksanaan kegiatan berbasis masyarakat dengan model yang dapat diperluas dan direplikasi di daerah lain.


Selain itu, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan kota dalam menghadapi risiko panas ekstrem yang semakin meningkat akibat perubahan iklim, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap dampak kesehatan.


Dalam pemaparan tersebut juga disampaikan bahwa Kota Medan menjadi salah satu kota pilot project program Urban Heat yang dilaksanakan PMI bersama BMKG. Program ini berlangsung sejak September 2025 hingga Februari 2027 dengan harapan hasilnya dapat diterapkan di berbagai kota lain di Indonesia.


Melalui kolaborasi ini, PMI berharap ketahanan terhadap panas ekstrem dapat meningkat, dan masyarakat kota Medan lebih siap menghadapi risiko kesehatan akibat kenaikan suhu yang terus terjadi. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar