Medan (buseronline.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 pada Mei hingga Agustus mendatang. Sekitar dua juta pelaku usaha di Sumatera Utara menjadi sasaran pendataan, mulai dari usaha besar, usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga bisnis yang beroperasi secara online.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Sumatera Utara Asim Saputra dalam temu pers mengenai Sensus Ekonomi 2026 yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Kamis.
Asim menjelaskan bahwa sensus ekonomi ini penting dilakukan untuk memotret secara riil struktur perekonomian Indonesia, termasuk perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.
Menurutnya, pendekatan dalam membaca pertumbuhan ekonomi saat ini tidak lagi dapat bergantung pada metode lama yang hanya melihat aktivitas usaha secara fisik.
“Jika dulu perkembangan usaha bisa dilihat dari toko-toko fisik, saat ini banyak usaha berkembang melalui platform digital,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa sekitar dua juta pelaku usaha akan menjadi objek pendataan dalam sensus tersebut. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,5 juta pelaku usaha telah teridentifikasi, sementara sekitar 300 hingga 500 ribu lainnya masih belum terdata secara jelas.
“Ada dua juta pelaku usaha yang akan dicek. Sudah ada sekitar 1,5 juta yang teridentifikasi, sementara sekitar 300 hingga 500 ribu pelaku usaha belum kita kenali. Usaha ini banyak berada di rumah-rumah, kafe, atau berbasis sistem daring. Ini juga menjadi sasaran utama dalam Sensus Ekonomi 2026,” jelasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus tersebut, dilansir dari laman Sumutprov, BPS Sumut akan menyiapkan sekitar 13.000 petugas lapangan yang bertugas melakukan pendataan secara langsung kepada pelaku usaha.
Pendataan direncanakan berlangsung selama sekitar dua setengah bulan dengan metode door to door guna memastikan seluruh pelaku usaha dapat terdata dengan baik.
“Dengan sensus ekonomi maka data ekonomi akan semakin jelas. Sekitar 2,5 bulan kita melakukan pendataan door to door dan target dua juta pelaku usaha dapat diselesaikan dalam periode tersebut,” katanya.
Adapun cakupan lapangan usaha yang akan disensus meliputi berbagai sektor, antara lain pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, pengelolaan air dan limbah, pengolahan sampah dan aktivitas remediasi, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, real estate, hingga sektor kesenian, hiburan, dan rekreasi.
Berdasarkan data Sensus Ekonomi 2016, jumlah unit usaha di Sumatera Utara tercatat sebanyak 1.166.198 usaha. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.153.758 unit merupakan usaha mikro kecil, sementara usaha menengah dan besar sebanyak 13.160 unit.
Sensus tersebut juga mencatat jumlah tenaga kerja mencapai 3.219.673 orang, dengan 2.640.639 tenaga kerja berada di sektor usaha mikro kecil dan 579.034 tenaga kerja pada usaha menengah dan besar.
Asim berharap seluruh pelaku usaha di Sumatera Utara dapat berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 agar data yang dihasilkan akurat dan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan ekonomi.
“Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Dengan data yang akurat, kebijakan ekonomi akan tepat sasaran,” pungkasnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar