Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara kembali menggelar program mudik gratis bagi masyarakat dalam rangka menyambut Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Pada tahun ini, sebanyak 5.500 kursi disiapkan melalui berbagai moda transportasi, mulai dari angkutan darat, kereta api, transportasi laut, hingga penyeberangan.
Sekretaris Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Rochani Litiloly, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat pulang kampung dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya.
“Program ini menjadi solusi untuk perjalanan pulang kampung yang aman, nyaman dan tanpa biaya bagi warga Sumatera Utara,” ujar Rochani dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Utara di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat.
Ia menjelaskan, pendaftaran program Mudik Gratis Idulfitri 1447 H/2026 telah dibuka secara daring melalui laman resmi sejak 2 Maret dan akan berlangsung hingga 10 Maret 2026. Namun, pendaftaran dapat ditutup lebih awal apabila kuota peserta telah terpenuhi.
Untuk jadwal keberangkatan, moda transportasi darat akan diberangkatkan pada 17, 18, dan 19 Maret 2026, sedangkan arus balik dijadwalkan pada 26, 27, dan 28 Maret 2026. Sementara itu, moda kereta api akan melayani keberangkatan pada 16, 18, 27, dan 28 Maret 2026, sedangkan transportasi laut dijadwalkan berangkat pada 16 dan 23 Maret 2026.
Rochani menjelaskan bahwa untuk angkutan darat disediakan sebanyak 3.120 kursi dengan sejumlah rute utama, di antaranya Medan–Sibuhuan–Sosa, Medan–Gunung Tua–Padangsidimpuan, Medan–Sibolga–Barus, Medan–Sidikalang–Salak, serta Medan–Padangsidimpuan.
“Hingga hari ini kami sudah melakukan verifikasi data pemudik yang mendaftar sebanyak 4.500 orang dan saat ini masih berproses untuk pengambilan tiket. Sesuai SOP, pemudik harus mendaftar secara online dan pengambilan tiket dilakukan secara offline untuk memastikan keseriusan calon pemudik,” jelasnya.
Setelah proses verifikasi selesai, calon pemudik diberikan waktu selama dua hari untuk mengambil tiket. Apabila tiket tidak diambil dalam batas waktu tersebut, pihak Dishub Sumut akan menghubungi calon pemudik. Jika terjadi pembatalan, maka data pendaftar akan dicoret oleh tim IT dan kuota akan dialihkan kepada pendaftar lain yang masih berada dalam antrean.
“Kami tetap membuka antrean pendaftaran. Jika ada calon pemudik yang membatalkan keberangkatan, kuotanya akan kami berikan kepada pendaftar lainnya,” tambah Rochani.
Selain transportasi darat, dilansir dari laman Diskominfo Sumut, Pemprov Sumut juga menyediakan 800 kursi kereta api untuk rute Medan–Rantau Prapat serta 500 kursi untuk rute Medan–Tanjungbalai. Sementara itu, transportasi laut menyediakan masing-masing 400 kursi untuk rute Belawan–Batam dan Batam–Belawan.
Moda transportasi penyeberangan juga disiapkan bagi masyarakat yang akan mudik ke wilayah Kepulauan Nias melalui rute Sibolga–Gunungsitoli dan Gunungsitoli–Sibolga. Pemudik diharapkan dapat tiba di Sibolga pada malam hari agar dapat langsung terhubung dengan jadwal keberangkatan kapal pada pukul 22.00 WIB.
Dalam rangka memastikan kelancaran program mudik gratis tersebut, Dishub Sumut juga telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait guna mempersiapkan layanan angkutan Lebaran. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain pemeriksaan kelaikan kendaraan (ram check) di pool dan terminal, tes urine bagi pengemudi, serta koordinasi dengan Jasa Raharja, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Utara, dan Dinas Kesehatan Sumatera Utara.
Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Sumut, Riris Sijabat, menambahkan bahwa pemerintah juga telah melakukan survei kondisi prasarana jalan bersama sejumlah pihak, termasuk Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, guna memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Survei tersebut mencakup tiga jalur utama mudik di wilayah Sumatera Utara. Dari hasil pemantauan, ditemukan sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kemacetan, kecelakaan, maupun longsor.
Riris menjelaskan bahwa untuk rute perjalanan mudik gratis menuju Sibolga tidak dapat melalui jalur Batu Lobang karena masih dalam tahap perbaikan.
“Jalur Batu Lobang masih dalam proses perbaikan dan dijanjikan oleh BBPJN akan selesai pada Desember tahun ini. Karena itu bus mudik gratis akan dialihkan melalui jalur Simpang Rampa – Poriaha hingga ke Sibolga,” jelasnya.
Melalui program tersebut, Pemprov Sumut berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas selama periode Lebaran. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar