Nias Barat (buseronline.com) - Jembatan Idano Noyo yang menghubungkan Kabupaten Nias Barat dan Nias Selatan akhirnya rampung dibangun dan diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution, Rabu malam.
Peresmian jembatan tersebut disambut antusias lebih dari 1.000 masyarakat yang telah lama menantikan kehadiran infrastruktur vital tersebut.
Jembatan sebelumnya putus akibat diterjang banjir pada Maret 2025 lalu, sehingga sempat menghambat mobilitas dan aktivitas perekonomian warga.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut kemudian melakukan berbagai upaya percepatan pembangunan hingga akhirnya jembatan kembali dapat difungsikan pada awal 2026.
Jembatan Idano Noyo dibangun dengan tipe A berstruktur baja, memiliki panjang 95 meter dan lebar 9 meter, dengan total anggaran sekitar Rp46,7 M.
“Pas ini mulai dibangun banyak yang nakut-nakuti, habis masa jabatan tak akan siap, anggaran tak cukup-cukup, tapi di awal 2026 ini kita selesaikan dan sudah bisa digunakan secara umum,” ujar Bobby Nasution saat meresmikan jembatan di Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat.
Selain pembangunan jembatan, dilansir dari laman Sumutprov, Bobby Nasution juga menyampaikan bahwa Pemprov Sumut telah meningkatkan kualitas ruas jalan provinsi dari Gunungsitoli menuju Mandrehe sepanjang kurang lebih 50 kilometer.
Perbaikan tersebut berdampak signifikan terhadap waktu tempuh, dari sebelumnya sekitar dua jam kini menjadi kurang dari satu jam.
“Total Pemprov Sumut tahun 2025 mengucurkan sekitar Rp250 M untuk Kepulauan Nias. Tidak usah berterima kasih karena ini kewajiban kami, kami yang berterima kasih pekerjaan kami dibantu daerah hingga berjalan lancar,” katanya.
Bobby juga mengungkapkan bahwa pada tahun depan Pemprov Sumut berencana mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 M untuk Kepulauan Nias guna mendukung percepatan pembangunan dan pemerataan infrastruktur.
“Semoga upaya pemerataan pembangunan ini bisa lebih menggerakkan perekonomian masyarakat, kami titip ini kepada masyarakat dan pemerintah setempat,” ujarnya.
Peresmian jembatan dan perbaikan jalan tersebut membawa dampak langsung bagi masyarakat. Christina Gulo, seorang pedagang kebutuhan sehari-hari, mengaku omzet dagangannya meningkat hingga 50 persen sejak akses jalan dan jembatan diperbaiki.
“Makin banyak orang yang lewat sini, meningkatnya sampai 50 persen. Saya, anak saya juga tak perlu bayar uang sampan untuk nyeberang lagi,” kata Christina.
Peresmian Jembatan Idano Noyo turut dihadiri Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu, Bupati Nias Yaatulo Gulo, pimpinan DPRD setempat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut dan pemerintah daerah setempat, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Dengan beroperasinya kembali Jembatan Idano Noyo, diharapkan konektivitas antarwilayah di Kepulauan Nias semakin lancar dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar