Minggu, 05 Juli 2026

Percepat Pembangunan Rumah Korban Bencana, Bupati Taput Teken Kerja Sama dengan Pengusaha

Selasa, 06 Januari 2026 16:13 WIB
Percepat Pembangunan Rumah Korban Bencana, Bupati Taput Teken Kerja Sama dengan Pengusaha
Bupati JTP Hutabarat dan Ketua DPRD Taput Rudi Nababan, Kadis PUTR Dalan Simanjuntak serta perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi saat berada di lokasi pembangunan perumahan para korban bencana di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Selasa (06/01/2026).
Tarutung (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor.

Sebanyak 103 unit rumah hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana segera dibangun setelah penandatanganan naskah kerja sama antara Yayasan Buddha Tzu Chi dengan tiga perusahaan pelaksana, yang digelar di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Selasa.

Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat SSi MSi, didampingi Wakil Bupati Dr Deni Parlindungan Lumbantoruan MEng, Sekretaris Daerah Drs Henry Maraden Masista Sitompul MSi, Ketua DPRD Taput Rudi Nababan SH, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Kerja sama ini menjadi dasar pelaksanaan proyek pembangunan hunian tetap pascabencana sebanyak 103 unit yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak di sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Utara.

Usai penandatanganan, Bupati bersama jajaran langsung meninjau lokasi calon pembangunan hunian tetap di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting. Di lokasi tersebut, Bupati berdialog langsung dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus menjelaskan mekanisme bantuan dan proses pembangunan hunian pascabencana.

Dalam sambutannya, Bupati JTP Hutabarat menegaskan bahwa relokasi hunian dilakukan secara selektif dan berdasarkan kajian teknis.

“Relokasi hunian hanya dilakukan apabila lokasi benar-benar terancam, rumah sudah longsor, atau berdasarkan rekomendasi ahli geologi yang menyatakan lokasi tersebut tidak layak dibangun kembali. Pemerintah tidak ingin membangun rumah secara sia-sia,” tegas Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan anggaran negara. Menurutnya, seluruh bantuan harus tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dana yang digunakan adalah dana pemerintah, sehingga harus berdasarkan kajian teknis dan digunakan secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa tidak semua warga terdampak harus direlokasi. Bagi masyarakat yang memiliki lahan sendiri dan dinyatakan aman oleh ahli geologi, pembangunan rumah dapat dilakukan secara mandiri dengan skema bantuan, yakni Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat.

Sementara itu, bagi warga yang direlokasi akan memperoleh rumah senilai Rp75 juta lengkap dengan lahan dan sertifikat kepemilikan. Selain itu, pemerintah juga akan melengkapi hunian dengan peralatan dapur seperti piring, cangkir, sendok, kompor, kuali, serta membangun sarana pendukung berupa air bersih, listrik, dan jalan lingkungan.

Bupati juga mengingatkan agar seluruh data penerima bantuan dipastikan telah melalui proses verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi menyampaikan harapan agar pembangunan hunian tetap dapat berjalan lancar dan didukung oleh kondisi cuaca yang baik sehingga masyarakat dapat segera menempati rumah baru.

Sementara itu, perwakilan masyarakat penerima bantuan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Yayasan Buddha Tzu Chi, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atas perhatian dan dukungan yang diberikan.

“Kiranya Tuhan membalas seluruh kebaikan dan kerja keras pemerintah serta semua pihak yang telah membantu kami bangkit dari musibah ini,” ujar perwakilan warga.

Dengan dimulainya pembangunan hunian tetap tersebut, Pemkab Tapanuli Utara berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan memberikan rasa aman serta kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat terdampak. (Galung)
Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Program Bilingual untuk Murid Tuli
Pemprov Sumut Gandeng Rumah Tani Nusantara Perkuat Pengendalian Inflasi
Polri Raih Penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah RI atas Dukungan Penyelenggaraan Haji 2026
Irjen Pol Agus Suryonugroho Pamit, Serahkan Tongkat Komando Kakorlantas kepada Irjen Pol Wibowo
Irjen Pol Alberd TB Sianipar Resmi Jabat Kapolda Kalimantan Barat
Kemendikdasmen Perkuat LKP Cetak SDM Berdaya Saing Global
komentar
beritaTerbaru