Medan (buseronline.com) - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menegaskan komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat secara mental dan emosional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Kesehatan Mental bertema “Let’s Talk Mental Health: Kenali Stres, Cemas, dan Cara Mengelolanya” yang digelar di SMA Dharma Pancasila, Jalan Dr Mansyur Blok C Nomor 17 Padang Bulan, Medan, Kamis.
Seminar ini diselenggarakan sebagai respons atas berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak dan remaja saat ini, mulai dari tekanan akademik, dinamika keluarga, hingga pengaruh lingkungan pergaulan dan media sosial.
Ketua DWP Provinsi Sumut, Evi Novida Sulaiman Harahap, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kesehatan mental memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berdaya saing.
“DWP Provinsi Sumut berkomitmen untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda, tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara mental dan emosional,” ujar Evi Novida.
Ia menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara keseluruhan. Menurutnya, tekanan akademik, pengaruh media sosial, serta perubahan emosi pada masa pertumbuhan dapat memicu stres dan kecemasan apabila tidak dipahami dan dikelola dengan baik.
Melalui seminar ini, Evi Novida berharap para pelajar memiliki ruang yang aman dan nyaman untuk mengenali perasaan diri sendiri, berani berbicara, serta memahami cara-cara positif dalam mengelola stres dan kecemasan.
“Jangan pernah merasa sendiri ketika mengalami kesulitan atau tekanan. Berbicaralah kepada orangtua, guru, atau orang-orang yang kalian percaya. Ingatlah bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah awal untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan sehat,” pesannya kepada para siswa.
Sementara itu, narasumber seminar, psikolog Indri Kemala Nasution, menjelaskan bahwa remaja kerap menghadapi berbagai persoalan seperti konflik dengan teman atau keluarga, ekspektasi diri dan lingkungan, tugas sekolah, ujian, serta tekanan akademik yang dapat memicu stres dan kecemasan.
“Stres adalah respons tubuh dan pikiran ketika menghadapi tekanan. Sementara cemas merupakan perasaan khawatir atau takut yang berlebihan terhadap sesuatu,” jelas Indri di hadapan para pelajar.
Ia juga memaparkan sejumlah ciri stres, antara lain mudah marah atau tersinggung, sulit berkonsentrasi, sakit kepala atau sakit perut, gangguan tidur, serta merasa lelah secara terus-menerus. Adapun ciri kecemasan meliputi jantung berdebar cepat, sulit bernapas, pikiran negatif berulang, takut gagal atau dinilai orang lain, serta cenderung menghindari situasi tertentu.
Dalam kesempatan tersebut, Indri Kemala turut memberikan tips kepada para siswa untuk mengelola stres dan kecemasan, seperti melakukan relaksasi, menjaga pola tidur yang cukup, berolahraga secara teratur, mengurangi overthinking, serta mengatur waktu belajar dengan baik.
“Jika stres dan cemas tidak juga hilang, jangan ragu untuk mencari bantuan kepada orangtua, guru BK, atau psikolog,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, DWP Provinsi Sumut berharap kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di kalangan generasi muda semakin meningkat, sehingga mereka mampu tumbuh menjadi pribadi yang sehat, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (R)
beritaTerkait
komentar