Senin, 25 Mei 2026

Operasi DVI Diintensifkan di Sumut, 290 Korban Berhasil Diidentifikasi

Jumat, 05 Desember 2025 01:20 WIB
Operasi DVI Diintensifkan di Sumut, 290 Korban Berhasil Diidentifikasi
Tim DVI Mabes Polri dan Polda Sumatera Utara menyampaikan perkembangan hasil identifikasi korban banjir dan tanah longsor melalui konferensi pers di RS Bhayangkara TK II Medan, Selasa (2/12/2025).
Medan (buseronline.com) - Operasi Disaster Victim Identification (DVI) dalam penanganan bencana alam di Sumatera Utara terus berlangsung secara intensif.

Dilansir dari laman Humas Polri, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan Kombes Pol dr Taufik Ismail SpOG MARS menyampaikan bahwa tim DVI telah dikerahkan ke seluruh kabupaten/kota dengan total 30 personel, terdiri dari 10 personel DVI Mabes Polri dan 20 personel DVI Polda Sumut.

“Kami telah menggelar operasi DVI yang tersebar di seluruh kabupaten di Sumatera Utara dengan kekuatan 30 personel. Terdiri dari 10 personel DVI Mabes Polri dan selebihnya dari Polda Sumut,” ujar Taufik Ismail.

Per Selasa (2/12/2025), sebanyak 290 korban dari 12 kabupaten/kota telah berhasil diidentifikasi menggunakan data sekunder seperti ciri fisik, sidik jari, hingga properti yang melekat.

Hal ini dimungkinkan karena mayoritas jenazah masih berada dalam kondisi relatif utuh pada fase awal pencarian.

Namun tantangan diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan. Saat ini tercatat 122 korban masih hilang, dan banyak di antaranya diperkirakan telah mulai mengalami proses pembusukan.

“Ini mungkin seminggu ke depan akan lebih sulit untuk identifikasi karena jenazah yang masih tertimbun mengalami proses pembusukan. Untuk itu kami menyiapkan langkah identifikasi menggunakan data primer, yaitu sampel DNA,” jelasnya.

Taufik menegaskan, jenazah yang belum berhasil diidentifikasi akan dimakamkan menggunakan tanda khusus karena keterbatasan ruang penyimpanan. Jika kecocokan DNA ditemukan di kemudian hari, pihaknya dapat menunjukkan lokasi pemakaman kepada keluarga.

Hingga saat ini, seluruh 290 jenazah yang telah teridentifikasi telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

Berdasarkan pendataan terbaru, Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan dampak paling besar. Rinciannya sebagai berikut:

Tapanuli Tengah: 86 meninggal dunia, 104 hilang

Tapanuli Selatan: 84 MD, 4 hilang

Sibolga: 47 MD, 9 hilang

Tapanuli Utara: 34 MD, 12 hilang

Medan: 12 MD

Langkat: 14 MD

Humbang Hasundutan: 8 MD, 1 hilang

Pakpak Bharat: 2 MD

Nias Selatan: 1 MD

Padang Sidempuan: 1 MD

Binjai: 1 MD

Dalam penanganan korban luka, seluruh pasien dirawat di rumah sakit setempat, termasuk RS Bhayangkara Batangtoru. Jika membutuhkan perawatan lanjutan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit di Kota Medan.

“Persediaan obat sejauh ini sudah kita terima dari Mabes Polri, dan sudah didistribusikan ke kabupaten/kota yang paling memerlukan, terutama Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga,” ungkap Taufik.

Ia menambahkan, hingga kini belum ditemukan hambatan signifikan. Namun, minggu mendatang diperkirakan menjadi fase paling krusial karena kondisi jenazah yang mulai rusak sehingga metode identifikasi DNA menjadi opsi paling akurat.

Operasi DVI akan terus dilaksanakan sejalan dengan masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah. Seluruh personel kesehatan dan identifikasi dari Polda Sumut serta Mabes Polri tetap siaga di lapangan. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Peternak Muda Ambarawa Raih Juara II Lomba Domba Ekstrem Piala Gubernur Jateng 2026
Presiden Prabowo Komitmen Perkuat Kedaulatan Pangan dan Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara
Prabowo Subianto Tinjau Panen Raya Udang di Kebumen, Warga Sambut Antusias
KPK Soroti Risiko Korupsi di Sektor Transportasi, Kemenhub Masuk Kategori Rentan SPI 2025
SAFest 2026 Angkat Sport Tourism Tapanuli Utara, Bupati JTP Ikut Gowes dan Renang di Danau Toba
Kemendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Digitalisasi Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru