Jumat, 12 Juni 2026

Pemprov Sumut Fokus Kendalikan Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga Pangan

Rabu, 15 Oktober 2025 12:09 WIB
Pemprov Sumut Fokus Kendalikan Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga Pangan
Sekdaprov Sumut Togap Simangunsong mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual bersama jajaran OPD di Ruang Sumut Smart Province, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (13/10/2025). (Dok/Diskominfo Sumut)
Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan guna mengendalikan inflasi, khususnya menjelang akhir tahun 2025. Langkah strategis ini dilakukan dengan memastikan kecukupan pasokan dan ketersediaan kebutuhan pokok di seluruh wilayah Sumut.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Togap Simangunsong usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar di Sumut Smart Province, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin.

Rakor ini juga membahas kebersihan dan kesehatan dalam pengelolaan hewan ternak untuk pangan, serta evaluasi dukungan Pemda dalam Program 3 Juta Rumah.

“Pada minggu kedua Oktober, Bapak Mendagri menyebut komoditas penyumbang tertinggi inflasi adalah telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai merah. Dinas terkait harus cepat mengatasi persoalan ini,” tegas Togap.

Ia menambahkan bahwa gerakan pengendalian inflasi dapat dilakukan melalui gerakan tanam serentak, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Togap juga menyoroti kenaikan harga telur dan daging ayam ras yang diduga meningkat seiring pelaksanaan program makan bergizi gratis. Untuk itu, ia meminta dilakukan pemetaan kebutuhan dan produksi kedua komoditas tersebut. Saat ini, Sumut memiliki sekitar 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), namun baru terealisasi sekitar 350 unit.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut, harga rata-rata cabai merah mencapai Rp81.900/kg, beras medium Rp14.022/kg, dan beras premium Rp15.253/kg, menunjukkan tren penurunan.

Dari sisi produksi, Sumut dipastikan surplus pangan, dengan total produksi beras Januari–Desember 2025 mencapai 2.262.573 ton, sementara kebutuhan hanya 1.720.656 ton, sehingga surplus 541.916 ton. Komoditas jagung dan kedelai juga mencatat surplus, masing-masing 23.294 ton dan 1.097 ton.

Rakor ini dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara virtual dan diikuti seluruh pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia. Mendagri menekankan agar daerah mewaspadai kenaikan harga ayam dan telur ayam ras, serta cabai merah yang meningkat di berbagai wilayah.

“Cabai merah naik di 249 daerah, telur ayam ras di 192 daerah, dan daging ayam ras di 189 daerah. Ini perlu diwaspadai,” ujar Tito.

Mendagri juga meminta pemerintah daerah mengecek penyebab kenaikan harga telur ayam ras, apakah karena harga DOC atau pakan ternak.

Selain itu, Mendagri mengingatkan pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi kemudahan BPHTB dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tanpa dipungut biaya.

Rapat yang digelar secara kolaboratif ini diikuti perwakilan BPS Sumut, Badan Pangan Nasional, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, serta sejumlah instansi terkait lainnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Polri Hidupkan Kembali Satgas Anti-Mafia Bola untuk Awasi Piala Dunia 2026
Tiga Personel Ditpolsatwa Polri Raih Prestasi Gemilang, Dapat Penghargaan dari Pimpinan
Polri Siap Gelar Nobar Gratis Piala Dunia 2026 hingga Tingkat Polsek
Pemkot Tanjungpinang Pelajari Inovasi QRESTO Milik Pemko Medan untuk Tingkatkan PAD
Jateng Jadi Provinsi dengan Peserta Cek Kesehatan Gratis Terbanyak di Indonesia
Monitoring Posyandu Enam SPM, Tim Pembina Pati Apresiasi Kinerja Kader Desa Kajen
komentar
beritaTerbaru