Selasa, 07 April 2026

PKK Sumut Gandeng Berbagai Pihak untuk Penanganan Kanker Payudara

Sabtu, 11 Oktober 2025 10:21 WIB
PKK Sumut Gandeng Berbagai Pihak untuk Penanganan Kanker Payudara
Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu menerima audiensi tim kolaborasi FK USU dan SingHealth Duke-NUS Global Health Institute (SDGHI) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Kamis (9/10/2025). (Dok/Diskominfo Sumut)
Medan (buseronline.com) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyatakan kesiapan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) dan SingHealth Duke-NUS Global Health Institute (SDGHI) Singapura, dalam upaya penanganan kanker, khususnya kanker payudara di Sumut.

Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Sumut, Kahiyang Ayu, saat menerima audiensi tim peneliti kolaborasi FK USU dan SDGHI di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Kamis.

Kahiyang menyambut baik ajakan kerja sama tersebut dan menegaskan komitmen PKK Sumut untuk mendukung program-program promotif dan preventif, terutama yang menyentuh langsung kesehatan perempuan. Ia menekankan bahwa kanker payudara masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.

“Kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan FK USU dan SingHealth Duke-NUS dalam program edukasi dan deteksi dini kanker payudara. Ini adalah isu kemanusiaan yang harus kita tangani bersama,” ujar Kahiyang.

Sementara itu, Wakil Direktur Pendidikan, Pelatihan, Penelitian, dan Kerja Sama RS USU, Ivana Alona, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan mempercepat penanggulangan kanker payudara di Sumut melalui pendekatan ilmiah dan pemberdayaan masyarakat.

Alona memaparkan sejumlah tantangan dalam penanganan kanker payudara di Indonesia, antara lain rendahnya literasi kesehatan, hambatan psikologis, kendala sistemik, serta faktor sosial, ekonomi, dan budaya. Meski demikian, ia menekankan peluang besar untuk perbaikan melalui peningkatan literasi masyarakat, keterlibatan komunitas dan keluarga dalam deteksi dini, serta kepatuhan terhadap pengobatan.

Menurut Alona, struktur PKK yang kuat dan menjangkau hingga tingkat kelurahan dan dasawisma sangat strategis untuk menyukseskan program edukasi dan deteksi dini kanker payudara di Sumut.

“Dengan kolaborasi ini, penanganan kanker payudara di Sumut dapat dilakukan lebih komprehensif, mulai dari edukasi, deteksi dini, hingga penanganan medis yang tepat, demi meningkatkan kualitas hidup perempuan di Sumut,” ungkapnya.

Turut hadir pada pertemuan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy, Senior Manager Global Health SDGHI Kaisan Yee, Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat FK USU Arlinda Sari Wahyuni beserta tim, serta Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Hamid Rizal Lubis.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara lembaga pemerintah, institusi pendidikan, dan lembaga internasional dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kanker payudara di tingkat provinsi. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru