Medan (buseronline.com) - Kaldera Danau Toba kembali mendapatkan status kartu hijau (green card) dari UNESCO. Penghargaan ini diperoleh setelah berbagai upaya bersama dalam menindaklanjuti rekomendasi dari UNESCO terkait pengelolaan kawasan geopark.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengingatkan bahwa pencapaian ini bukan akhir dari upaya perlindungan Danau Toba. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga dan merawat warisan alam tersebut.
“Tugas kita sama-sama menjaga, itu adalah warisan dari Tuhan, kita nggak bisa membuatnya, tapi kita bisa menjaganya,” ujar Bobby kepada wartawan di Medan, Selasa.
Bobby juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah kabupaten, stakeholder, hingga tim kerja yang berupaya memperbaiki catatan-catatan yang diberikan UNESCO. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras bersama.
“Terima kasih kepada seluruh stakeholder, para bupati, dan tim kerja yang kemarin sudah bersusah payah mempersiapkan dan memperbaiki apa yang sudah menjadi catatan UNESCO,” ucapnya.
Pengumuman Kaldera Toba kembali mendapatkan kartu hijau disampaikan pada Sidang Komite Eksekutif ke-11 Konferensi Global Geopark Network (GGN) yang digelar di Kutralkura, wilayah La Araucania, Chile, Sabtu (6/9/2025) waktu setempat.
Sidang ini berlangsung sejak 5 September 2025, dan Indonesia berhasil mempertahankan tiga geopark, yakni Kaldera Toba, Ciletuh – Pelabuhan Ratu, dan Rinjani.
“Secara simbolis akan diserahkan di waktu yang berbeda,” jelas Bobby.
Green Card merupakan penilaian tertinggi dalam keanggotaan Global Geopark Network (GGN). Dengan status ini, Kaldera Toba berhak menyandang status UNESCO Global Geopark (UGGp) hingga empat tahun ke depan.
Status tersebut menjadi indikator bahwa standar pengelolaan kawasan telah terpenuhi sesuai protokol UGGp, dan setiap anggota UGGp akan direvalidasi setiap empat tahun.
Revalidasi Kaldera Toba dilakukan pada 21–25 Juli 2025. Penilaian dilakukan langsung oleh Asesor UNESCO, Dr Jeon Yongmun dan Prof Jose Brilha, yang meninjau setiap geosite di Kaldera Toba.
Keberhasilan ini diharapkan mendorong pengelolaan Danau Toba lebih baik, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus menjaga kelestarian geopark kelas dunia ini. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar