Selasa, 14 April 2026

Operasi Patuh Toba 2025 Berakhir, Pelanggaran Capai 26 Ribu Kasus dan Kecelakaan Turun 40 Persen

Selasa, 29 Juli 2025 02:20 WIB
Operasi Patuh Toba 2025 Berakhir, Pelanggaran Capai 26 Ribu Kasus dan Kecelakaan Turun 40 Persen
Personel Polisi menilang pengendara yang tidak membawa dan memakai kelengkapan berkendara saat Operasi Patuh Toba 2025 di Simpang Amplas Medan beberapa waktu lalu. (Dok/Polda Sumut)
Medan (buseronline.com) - Operasi Patuh Toba 2025 yang dilaksanakan selama 14 hari, sejak 14 hingga 27 Juli 2025, secara resmi berakhir. Selama pelaksanaan operasi, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumut berhasil mencatat 26.096 penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas.

Jumlah tersebut terdiri dari berbagai bentuk penindakan, yaitu:

763 pelanggaran melalui ETLE Statis

1.536 pelanggaran melalui ETLE Mobile

9.785 pelanggaran dengan tilang manual

14.012 tindakan berupa teguran.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr Ferry Walintukan SIK SH MH menjelaskan bahwa operasi ini bukan semata-mata bersifat represif, melainkan juga mengedepankan pendekatan edukatif dan preventif.

“Operasi ini tidak hanya menindak pelanggar, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih sadar pentingnya tertib berlalu lintas. Hasilnya cukup menggembirakan karena angka kecelakaan turun dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Kombes Pol Ferry dalam keterangan resminya.

Berdasarkan data Polda Sumut, selama periode yang sama pada tahun 2024 tercatat 230 kasus kecelakaan lalu lintas, sementara pada tahun 2025 jumlahnya menurun menjadi 133 kasus, atau turun lebih dari 40 persen.

Selain penegakan hukum, Polda Sumut juga aktif melakukan kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh) kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk komunitas kendaraan roda dua dan roda empat, asosiasi pengusaha, paguyuban, serta pemilik kendaraan angkutan barang dan logistik.

Sosialisasi dilakukan secara masif melalui berbagai saluran, seperti media cetak, elektronik (TV dan radio), media online, media sosial (Facebook, Instagram, Twitter), dan situs web resmi. Selain itu, kegiatan edukasi juga dilakukan langsung di lapangan, terutama di daerah yang rawan terjadi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Penyampaian pesan keselamatan lalu lintas juga dilakukan melalui pemasangan spanduk, leaflet, stiker, dan billboard di berbagai titik strategis.

Dalam upaya pencegahan, Ditlantas Polda Sumut mengerahkan personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas, penjagaan di titik-titik padat, pengawalan kendaraan penting, hingga patroli rutin di jalur-jalur rawan kecelakaan.

“Meskipun Operasi Patuh Toba telah selesai, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di jalan raya tidak ikut berakhir. Budaya tertib berlalu lintas harus terus dijaga demi keselamatan bersama,” tandas Kombes Pol Ferry.

Polda Sumut berharap tren positif ini terus berlanjut dan masyarakat semakin disiplin dalam berkendara, demi menciptakan situasi lalu lintas yang aman, nyaman, dan tertib di seluruh wilayah Sumut. (P3)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Jawa Tengah Jadi Percontohan Penguatan Kemitraan Program MBG
Skrining Pendengaran Digelar, Pemkab Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran
Swasta Didorong Terlibat, TP PKK Medan Targetkan Penurunan Zero Dose Imunisasi
Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz 2026 Hidupkan Suasana Distrik Muara
Bareskrim Polri Ungkap Produksi Kosmetik Ilegal di Bogor, Tiga Tersangka Ditangkap
Satgas Nakes TNI Patriot Husada Gelombang VI Siap Bertugas ke Palestina
komentar
beritaTerbaru