Selasa, 14 April 2026

Ketua ARSSI Sumut: Masuknya RS Asing Harus Diiringi Regulasi yang Adil

Sabtu, 26 Juli 2025 07:11 WIB
Ketua ARSSI Sumut: Masuknya RS Asing Harus Diiringi Regulasi yang Adil
Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Sumut Dr dr Beni Satria MKes SH MH.
Medan (buseronline.com) - Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang membuka peluang bagi rumah sakit (RS) asing untuk membuka cabang di Indonesia menuai respons dari pelaku layanan kesehatan dalam negeri.

Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Sumut Dr dr Beni Satria MKes SH MH menilai bahwa kehadiran RS asing dapat memicu persaingan dengan rumah sakit lokal, terutama yang berada di daerah.

“Pasti ada persaingan dan itu wajar. Tapi yang jadi persoalan adalah apakah persaingan ini akan sehat dan adil. Rumah sakit asing biasanya punya modal besar, sistem manajemen modern, dan nama besar,” kata Beni.

Ia menjelaskan, banyak rumah sakit swasta lokal di luar kota besar masih menghadapi tantangan berat dalam menjalankan operasional. Di antaranya keterbatasan biaya, kurangnya tenaga kesehatan profesional, hingga minimnya alat medis canggih.

“Pemerintah harus menjamin keadilan regulasi, supaya RS lokal tidak kalah sebelum bertanding. Secara prinsip, saya memahami niat Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia,” ungkapnya.

Namun, Beni yang juga merupakan Magister Hukum Kesehatan dari Universitas Padjadjaran, menegaskan bahwa pendirian rumah sakit tidak boleh dipandang hanya sebagai bisnis semata, melainkan sebagai institusi yang menyangkut keselamatan jiwa dan kepercayaan masyarakat.

“Bila RS asing diizinkan masuk, maka regulasi, pengawasan, dan keadilan dalam berkompetisi harus benar-benar dijaga. Jangan sampai rumah sakit dalam negeri yang sudah lama melayani masyarakat dengan segala keterbatasannya justru terpinggirkan di tanah sendiri,” tegasnya.

Kebijakan pemerintah pusat ini menjadi babak baru dalam peta layanan kesehatan nasional, namun para pemangku kepentingan menegaskan perlunya kehati-hatian dalam implementasi agar tujuan peningkatan mutu kesehatan tidak justru menciptakan ketimpangan yang lebih dalam. (P3)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Jawa Tengah Jadi Percontohan Penguatan Kemitraan Program MBG
Skrining Pendengaran Digelar, Pemkab Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran
Swasta Didorong Terlibat, TP PKK Medan Targetkan Penurunan Zero Dose Imunisasi
Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz 2026 Hidupkan Suasana Distrik Muara
Bareskrim Polri Ungkap Produksi Kosmetik Ilegal di Bogor, Tiga Tersangka Ditangkap
Satgas Nakes TNI Patriot Husada Gelombang VI Siap Bertugas ke Palestina
komentar
beritaTerbaru