Minggu, 12 April 2026

Pemprov Sumut Dukung Program Tiga Juta Rumah, Siap Lakukan Sinkronisasi dan Verifikasi Data

Kamis, 17 Juli 2025 12:25 WIB
Pemprov Sumut Dukung Program Tiga Juta Rumah, Siap Lakukan Sinkronisasi dan Verifikasi Data
Sekda Sumut Togap Simangunsong diabadikan dengan Dirjen Perumahan Pedesaan Kementerian Perumahan dan Pemukiman RI di Ruang Kerja Sekdaprov Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Rabu (16/7/2025). (Dok/Diskominfo Sumut)
Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyatakan kesiapan untuk menyukseskan program nasional tiga juta rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Komitmen ini diwujudkan dengan kesiapan Pemprov Sumut melakukan sinkronisasi dan verifikasi data kepemilikan rumah bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen-PKP).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprov) Togap Simangunsong saat menerima kunjungan Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Pedesaan Kemen-PKP Imran di Ruang Kerja Sekdaprov, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu.

Dalam pertemuan itu, Togap menyatakan bahwa program tiga juta rumah merupakan langkah strategis pemerintah pusat dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Oleh karena itu, Pemprov Sumut siap berkolaborasi dengan kementerian dan pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan verifikasi dan pendataan secara akurat.

“Pemprov Sumut mendukung penuh program kepemilikan tiga juta rumah. Kami siap berkolaborasi dan bersinergi dengan kementerian dan kabupaten/kota dalam melakukan verifikasi serta sinkronisasi data kebutuhan rumah bagi masyarakat di Sumut,” ujar Togap.

Ia juga menekankan bahwa program ini sangat penting untuk memberikan akses rumah layak dengan harga dan bunga KPR yang lebih terjangkau dibandingkan sistem konvensional.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumut Hasmirizal Lubis menyebut bahwa pihaknya telah memiliki sistem digital berbasis daring bernama SIMANTEL yang selama ini digunakan untuk memantau program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Platform SIMANTEL bisa disinkronkan dengan platform digital milik Kementerian PKP, sehingga memudahkan dalam memantau dan mengelola program RTLH secara menyeluruh di Sumut,” jelas Hasmirizal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut tahun 2024, tercatat 73,47 persen rumah tangga di wilayah ini memiliki akses terhadap hunian layak. Artinya, masih ada lebih dari 26 persen rumah tangga yang membutuhkan dukungan program seperti tiga juta rumah agar bisa menempati tempat tinggal yang layak dan nyaman.

Dirjen Perumahan Pedesaan Kemen-PKP Imran dalam kesempatan itu menekankan bahwa peran aktif pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program tiga juta rumah. Salah satu fokus utama saat ini adalah menyelaraskan data agar pembangunan rumah bisa tepat sasaran.

“Sinkronisasi pendataan sangat penting untuk memastikan bahwa bantuan perumahan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Imran.

Ia juga memperkenalkan platform digital RumahQu milik Kemen-PKP yang akan menjadi alat utama dalam proses verifikasi, pengumpulan, dan pemadanan data di lapangan.

Pertemuan strategis ini turut dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sumut Effendy Pohan, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumut Hendra Dermawan Siregar, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Porman Mahulae, serta jajaran pejabat Kemen-PKP lainnya.

Dengan sinergi ini, diharapkan pelaksanaan program tiga juta rumah di Sumut dapat berjalan efektif, efisien, dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat yang belum memiliki hunian layak. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Ekosistem Balap di Sprint Rally Sumut 2026
Arsenal Tumbang 1-2 dari Bournemouth, Gagal Jauh dari Kejaran Man City
Bupati Taput Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Luat Pahae
Paris FC Hancurkan Monaco 4-1, Putus Tren Kemenangan Tamu di Ligue 1
MT Gas Attaka Perkuat Distribusi LPG ke Kalimantan dan Sulawesi
komentar
beritaTerbaru