Selasa, 07 April 2026

Pemkab Tapteng dan Bulog Sibolga Bahas Strategi Pengendalian Inflasi

Rabu, 16 Juli 2025 10:14 WIB
Pemkab Tapteng dan Bulog Sibolga Bahas Strategi Pengendalian Inflasi
Pemkab Tapteng menggelar rapat bersama Bulog Sibolga di Ruang Garuda, Senin (14/7/2025). (Dok/Kominfo Tapteng)
Tapteng (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) bersama Perum Bulog Cabang Sibolga menggelar rapat terbatas untuk membahas strategi pengendalian inflasi, khususnya terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras dan tepung. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Garuda, Kantor Bupati Tapanuli Tengah, Senin.

Dalam rapat tersebut, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyampaikan bahwa berdasarkan hasil rapat pengendalian inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri, angka Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Tapteng saat ini mencapai 3,36 persen.

“Angka ini menjadi perhatian serius. Kenaikan IPH merupakan salah satu indikator awal inflasi yang perlu segera ditindaklanjuti, apalagi menyangkut bahan pangan utama masyarakat seperti beras dan tepung,” ujar Bupati Masinton, didampingi Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis.

Ia menegaskan pentingnya langkah-langkah konkret untuk menekan inflasi daerah, termasuk pemantauan IPH secara rutin dan penanganan yang cepat serta tepat. Hal ini, menurutnya, penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi di tengah dinamika harga pasar.

Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Sibolga, Junaidi Damanik menyatakan komitmen pihaknya dalam mendukung pengendalian inflasi di wilayah Tapteng melalui penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Bulog akan menyalurkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 20 kilogram untuk setiap penerima manfaat selama periode Juni-Juli. Kami berharap bantuan ini bisa menekan IPH di Tapanuli Tengah,” jelas Junaidi.

Namun, ia menambahkan, jika bantuan pangan ini belum memberikan dampak signifikan terhadap penurunan IPH, maka opsi penggelontoran cadangan pangan pemerintah akan dilakukan. “Tentu hal ini akan mengikuti mekanisme yang berlaku, termasuk pembayaran sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET),” tegasnya.

Adapun jadwal penyaluran bantuan pangan masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten Tapteng.

Rapat terbatas ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tapteng, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tapteng, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), perwakilan Bank Indonesia Sibolga, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru