Selasa, 07 April 2026

Pemprov Sumut Total Dukung Revalidasi, BP Geopark Kaldera Toba Optimis Raih Green Card

Selasa, 15 Juli 2025 12:09 WIB
Pemprov Sumut Total Dukung Revalidasi, BP Geopark Kaldera Toba Optimis Raih Green Card
Asesor UNESCO Soo Jae Lee bersama tim dan perwakilan Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba meninjau Geosite Panorama Tele di Kabupaten Samosir, Senin (14/7/2025), dalam rangka pra revalidasi UNESCO Global Geopark Kaldera Toba. (Dok/Diskominfo Sumut)
Karo (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution menunjukkan komitmen penuh dalam pengelolaan Geopark Kaldera Toba menjelang proses revalidasi oleh UNESCO.

Badan Pengelola (BP) Geopark Kaldera Toba pun menyatakan optimisme tinggi dalam meraih kembali green card atau status kelayakan sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp).

Hal ini disampaikan oleh General Manager BP Geopark Kaldera Toba, Azizul Kholis, usai mendampingi Asesor UNESCO Soo Jae Lee dalam kunjungan pra-revalidasi di Taman Simalem Resort, Kabupaten Karo, Senin (14/7/2025).

“Dilihat dari pemenuhan seluruh rekomendasi yang telah kita jalankan, serta dukungan kuat dari semua pihak mulai dari gubernur, kementerian/lembaga, jajaran OPD Pemprov Sumut hingga pemerintah kabupaten/kota, kita yakin green card dapat kita raih kembali dalam revalidasi nanti,” ujar Azizul.

Azizul menyebutkan bahwa seluruh rekomendasi UNESCO telah dipenuhi dengan baik. Menurut penilaian Asesor UNESCO Soo Jae Lee, pelaksanaan rekomendasi dinilai berhasil, baik dari sisi visibilitas, penguatan narasi geosite, hingga kemitraan antar pemangku kepentingan.

Secara khusus, Azizul mengungkapkan bahwa aspek kemitraan antara pihak swasta dan pengelola Geopark menjadi salah satu sorotan positif dari asesor. Soo Jae Lee bahkan menilai bahwa skema kemitraan yang berjalan di Kaldera Toba dapat menjadi contoh pengelolaan geopark yang layak ditampilkan dalam ajang internasional.

“Bahkan beliau mengusulkan model kemitraan ini untuk ditampilkan dalam festival internasional UNESCO sebagai role model pengelolaan geopark, bukan hanya untuk Indonesia tetapi untuk dunia,” jelas Azizul.

Kegiatan pra revalidasi ini berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat (11/7/2025) hingga Minggu (13/7/2025). Asesor Soo Jae Lee mengunjungi sejumlah geosite penting di kawasan Kaldera Toba. Di antaranya adalah Geosite Sipinsur dan Huta Ginjang pada hari pertama. Hari berikutnya, Lee melanjutkan kunjungan ke Sibaganding, Taman Eden 100, serta Huta Siallagan.

Pada hari terakhir, Minggu (13/7/2025), Soo Jae Lee meninjau sejumlah titik strategis, seperti SMKN 1 Simanindo, Kampung Ulos Huta Raja, Pusat Informasi Geopark di Sigulatti, dan ditutup dengan kunjungan ke Air Terjun Sipiso-Piso, salah satu ikon alam Kaldera Toba.

“Pra revalidasi ini merupakan simulasi penting untuk mempersiapkan pelaksanaan revalidasi sesungguhnya pada 21–25 Juli 2025 mendatang. Dari simulasi ini, kita bisa mengidentifikasi dan mengantisipasi permasalahan yang mungkin muncul,” pungkas Azizul.

Geopark Kaldera Toba resmi menyandang status sebagai UNESCO Global Geopark sejak tahun 2020. Status tersebut dievaluasi secara berkala melalui proses revalidasi setiap empat tahun sekali. Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi multipihak, Sumatera Utara kini bersiap membuktikan kelayakannya untuk mempertahankan status geopark kelas dunia tersebut. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru