Selasa, 25 Agustus 2026

Pengelolaan Sampah Terpadu Diresmikan, Bobby Nasution Harap Atasi Masalah Sampah

Kamis, 08 Mei 2025 12:41 WIB
Pengelolaan Sampah Terpadu Diresmikan, Bobby Nasution Harap Atasi Masalah Sampah
Gubernur Sumut Bobby Nasution melihat langsung proses pengolahan sampah di TPST Universitas Sumatera Utara (USU) pada peluncuran TPST di Medan, Selasa (6/5/2025). (Dok/Diskominfo Sumut)
Medan (buseronline.com) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution secara resmi meluncurkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Universitas Sumatera Utara (USU) pada Selasa.

TPST ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan sampah di Sumut melalui pengelolaan yang lebih terstruktur dan bernilai ekonomis.

Bobby Nasution menekankan pentingnya mengelola sampah dari skala mikro, berbeda dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang menangani sampah dalam skala besar. TPST USU dirancang untuk mengelola sampah secara terpadu, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan produk turunan sampah yang bernilai ekonomi.

“Ini tidak seperti TPA yang menangani sampah secara makro. Kita bergerak dari skala mikro dan saya rasa untuk masalah sampah, skema ini sangat tepat, apalagi TPST ini punya nilai ekonomis,” ujar Bobby Nasution usai meninjau pengoperasian TPST di Jalan Tri Darma, Pintu 4 Kampus USU, Medan.

TPST USU memiliki enam area pengelolaan sampah yang terintegrasi, yaitu:

1. Pemilihan dan Pencacahan – Proses awal untuk memisahkan sampah sesuai jenisnya.

2. Pirolisis dan Insinerator – Mengolah sampah menjadi bahan bakar.

3. Pengomposan – Menggunakan magot untuk mempercepat proses penguraian sampah organik.

4. Budidaya Magot – Mengelola magot sebagai pengurai alami sekaligus sumber protein.

5. Produksi Pelet Magot – Mengolah magot menjadi pakan ternak.

6. Peternakan Ikan dan Unggas – Memanfaatkan pelet magot sebagai pakan untuk meningkatkan produktivitas peternakan.

Bobby menambahkan bahwa keberhasilan TPST seperti ini sangat bergantung pada peran aktif masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. “Kalau kita minta rumah tangga memilah sampah, berarti kita harus membangun infrastruktur dan sarana penunjangnya juga, termasuk pengangkutan khusus,” jelasnya.

Rektor USU, Muryanto Amin, berharap TPST ini dapat menjadi model yang bisa diterapkan di berbagai desa dan kelurahan untuk membantu mengurangi volume sampah secara signifikan.

“Skalanya memang tidak besar, tetapi bila banyak yang menerapkan, tentu permasalahan sampah di sekitar kita akan berkurang, apalagi produk dari TPST memiliki nilai ekonomis,” ujar Muryanto.

Peluncuran ini juga dihadiri oleh Sultan Deli Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam Shah, yang turut berperan dalam pengembangan TPST ini, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut Yuliani Siregar, pimpinan BUMN, BUMD, dan tim pengembang TPST USU.

Bobby Nasution berharap inisiatif ini bisa menjadi langkah awal untuk mengubah paradigma pengelolaan sampah di Sumut, dari sekadar membuang sampah menjadi memanfaatkannya sebagai sumber daya berharga. “Kalau kita bisa memperluas penerapannya, bukan tidak mungkin masalah sampah di Sumut bisa berkurang secara signifikan,” tutupnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
AC Milan Buka Serie A 2026/27 dengan Kemenangan 2-1 atas Torino
Calvin Verdonk Debut, Lille Tekuk Angers 2-0 di Laga Perdana Ligue 1
Satpol PP Kota Bandung Tindak 145 Pelanggaran Perda, Denda Capai Rp176,6 Juta
Ferran Torres Jadi Pahlawan, PSG Selamat dari Kekalahan di Markas Rennes
Menkes Imbau Masyarakat Pakai Masker dan Pantau Kualitas Udara Saat Karhutla
Rico Waas Minta Rekomendasi DPRD soal PAD dan Aset Daerah Ditindaklanjuti Serius
komentar
beritaTerbaru