Kamis, 20 Agustus 2026

Tanggapan Wali Kota Bobby Nasution Terkait Pemberitaan Medan Kota Terkotor 2022

Kamis, 26 Januari 2023 04:28 WIB
Tanggapan Wali Kota Bobby Nasution Terkait Pemberitaan Medan Kota Terkotor 2022
Wali Kota Medan Bobby Nasution menanggapi terkait pemberitaan Medan kota terkotor tahun 2022, saat memimpin rapat koordinasi persampahan dalam rangka pelaksanaan ekstensifikasi WRS untuk peningkatan penerimaan pendapatan asli daerah Kota Medan di Balai Ko
Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Bobby Nasution menanggapi terkait pemberitaan Medan kota terkotor tahun 2022, saat memimpin rapat koordinasi persampahan dalam rangka pelaksanaan ekstensifikasi Wajib Retribusi Sampah (WRS) untuk peningkatan penerimaan pendapatan asli daerah Kota Medan di Balai Kota Medan.

“Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum merilis terkait predikat Medan Kota Terjorok 2022. Jadi, saya tegaskan pemberitaan yang melansir Medan Kota Terkotor 2022 adalah hoax,” tegas Bobby Nasution.

Masalah kebersihan, kata Bobby Nasution, merupakan salah satu program prioritas yang fokus ditangani Pemko Medan agar ibukota Provinsi Sumatera Utara ini keluar dari predikat kota terkotor di tahun 2018. “Camat dan lurah selalu saya tekankan untuk menjaga kebersihan wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

Terkait itu, menantu Presiden Joko Widodo ini menginstruksikan kepada Asisten Pemerintahan dan Sosial dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Medan untuk senantiasa memonitor sehingga camat dan lurah bertanggungjawab penuh atas kebersihan wilayahnya masing-masing.

Selain itu, orang nomor satu di Pemko Medan ini berharap agar aplikasi Medan Clean Track (MCT) untuk diaktifkan kembali. Sebab, aplikasi ini merupakan salah satu solusi efektif dalam menangani masalah persampahan di Kota Medan.

Dikatakannya, melalui MCT, dapat diketahui keberadaan truk sampah secara real time. Selain itu, mampu mengecek rute perjalanan armada untuk memastikan truk sampah membawa sampah-sampah hingga ke tempat pembuangan akhir (TPA). “Tolong komunikasikan dengan Dinas Kominfo Kota Medan agar MCT diaktifkan kembali,” ujarnya.

Dalam rapat koordinasi ini, suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu selanjutnya minta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan agar melakukan inovasi dalam optimalisasi peningkatan WRS. “Jika hari ini pengutipan secara manual kurang efektif, coba pengutipannya menggunakan sistem digital,” harapnya.

Agar WRS memahami pembayaran retribusi sebagai kewajiban, Bobby Nasution minta Kepada DLH agar meningkatkan kualitas kebersihan. “Jika lingkungan sudah bersih, insya Allah masyarakat dengan senang hati untuk membayar retribusi setiap bulannya. Untuk itu terus tingkat kinerja, berinovasi dan berkolaborasi dengan kewilayahan,” pungkasnya.
Editor
: Administrator
beritaTerkait
Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah Kirim 253 Ton Logistik ke NTT
Bupati Toba Dorong Pengembangan Bawang Putih untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Bupati Taput Dukung Percepatan Pengembangan Panas Bumi untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pemkab Taput Perkuat Komitmen Lindungi Orangutan Tapanuli dan Hutan Tapanuli
Pemko Bandung Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis kepada Investor melalui Investor Day 2026
Polri Perkuat Sistem Pengaduan Kontinjensi Berbasis Digital untuk Percepat Respons Keamanan
komentar
beritaTerbaru