Kamis, 08 Oktober 2026

Rakor Wilayah Muhammadiyah Sumut, Ini Harapan Gubernur Edy

Senin, 23 Januari 2023 03:53 WIB
Rakor Wilayah Muhammadiyah Sumut, Ini Harapan Gubernur Edy
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi foto bersama dengan lainnya usai rapat koordinasi Wilayah Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman, Nomor 41 Medan, Sabtu (21/1/2023). (Dok/
Medan (buseronline.com) - Rapat koordinasi Wilayah Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman, Nomor 41 Medan.

Hadir di antaranya, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut Hasyimsyah Nasution, Ketua Majelis Disdakmen PWM Sumut Aripay Tambunan, Pengurus Majelis serta Kepala Sekolah SD dan Menegah Muhammadiyah se Sumut.

Ketua Majelis Disdakmen PWM Sumut Aripay Tambunan mengatakan dengan rapat koordinasi wilayah Muhammadiyah ini akan menetapkan rancangan strategis pendidikan untuk lima tahun ke depan.

Di antaranya untuk tamat SD diwajibkan hafal juz 30 Alquran, SMP hafal juz 3 dan SMA hafal juz 6. Selain itu juga harus menguasai bahasa Arab.

"Karena dengan menuntut ilmu itu kita dapat mengolah rasa, olahraga, olah hati dan olah pikir. Supaya hati kita hidup terus, maka pendidikan yang lebih utama yang dapat menentukan mana yang hak dan yang batil," katanya.

Muhammadiyah, katanya, juga menggratiskan biaya sekolah bagi anak yatim yang menimba ilmu di Yayasan Muhammadiyah. Biaya pendidikan untuk anak yatim ini diambil dari sumbangsih dana umat.

Sementara, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengharapkan Muhammadiyah untuk terus menjadi pelopor dengan tetap memberikan pendidikan akhlak pada siswa yang menimba ilmu di Yayasan Perguruan Muhammadiyah. Sehingga ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan di tengah umat.

"Dalam memberikan pendidikan akhlak pada umat pertama kali di Indonesia adalah Muhammadiyah, maka ini perlu untuk terus ditegakkan," ucap Edy Rahmayadi.

Kesempatan itu, Edy menyampaikan bahwa ada beberapa evaluasi yang harus dilakukan bersama antara pemerintah dengan pihak yayasan dan pengajar, mengenai kurikulum pendidikan yang ada di Sumut. Antara lain bagaimana mata pelajaran yang diperoleh dapat dipraktekkan di tengah masyarakat dan dunia kerja.

"Kenyataan yang kita hadapi saat ini, perusahaan tidak menerima lulusan SMK untuk dapat diterima kerja. Alasan perusaahan ini karena pihak mereka harus melakukan pelatihan kembali pada lulusan ini. Dimana pelajaran dengan kebutuhan di dunia kerja yang tidak bertemu, maka perlu dievaluasi kurikulumnya," katanya.
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Menteri Koperasi Kunjungi KDMP Pantai Pasifik Toba, Dorong Ekonomi Rakyat Berbasis Koperasi
400 Guru Mengaji Bandung Dipersiapkan Jadi Penggerak Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an
Korlantas Polri Bersama KemenPAN-RB dan BSSN Bahas Integrasi SIM dan STNK Digital
FLS3N 2026 Resmi Berakhir, Siswa Didorong Terus Berkarya dan Lestarikan Budaya
Posyandu di Medan Kini Jadi Penghubung Pelayanan Dasar Warga
KPK Libatkan Sejumlah Lembaga Bahas Standar Penghitungan Kerugian Negara
komentar
beritaTerbaru