Selasa, 14 April 2026

Sijantung: Ubah Sampah Ikan Jadi Pelet di Belawan Sicanang

Rabu, 11 September 2024 12:29 WIB
Sijantung: Ubah Sampah Ikan Jadi Pelet di Belawan Sicanang
Untuk membantu masyarakat meningkatkan perekonomian Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, menggelar workshop pembuatan pelet ikan yang merupakan inovasi dengan memanfaatkan potensi yang ada di wilayah itu, Selasa (10/9/2024). (Dok/Kominfo M
Medan (buseronline.com) - Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, menghadirkan inovasi kreatif bernama Sijantung (Sampah Ikan Menjadi Untung). Program ini memanfaatkan sampah ikan yang tidak terpakai untuk diolah menjadi pelet ikan, yang kini membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Lurah Belawan Sicanang Deby Fauziah menjelaskan bahwa ide inovasi ini muncul karena banyaknya ikan tangkapan nelayan yang tidak laku dijual, dan akhirnya dibuang menjadi limbah.

"Kami berfikir bagaimana cara mengajak masyarakat memanfaatkan ikan-ikan tersebut agar bisa bernilai ekonomis. Dari sini, muncul ide untuk mengolahnya menjadi pelet ikan," ujar Deby, Selasa.

Deby menambahkan, respon masyarakat, khususnya kelompok nelayan, sangat positif terhadap inovasi ini.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, seperti Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Perikanan (DKP3) Kota Medan dan PLN Nusantara Power UP Belawan, Kelurahan Belawan Sicanang mendapatkan bantuan mesin dan fasilitas produksi.

Selain itu, Koperasi Sijantung dibentuk untuk mengelola produksi pelet ini secara lebih profesional. Dengan harga jual Rp10.000 per kilogram, pelet ikan dari Sijantung dapat dijual lebih murah dari harga pasaran.

Selain itu, inovasi ini juga menggunakan bahan baku lokal seperti daun jeruju sebagai pengganti kedelai, sehingga produksi menjadi lebih efisien. Hingga kini, Koperasi Sijantung mampu memproduksi 100 hingga 200 kilogram pelet ikan per hari.

"Produksi kami masih fokus untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Kelurahan Belawan Sicanang karena tingginya permintaan di sini. Jika bahan baku lebih banyak, kami bisa memperluas pemasaran ke daerah lain," tambah Deby.

Program ini juga mendukung upaya Wali Kota Medan, Bobby Nasution, dalam mengembangkan UMKM dan menjaga kebersihan lingkungan. Ke depannya, inovasi ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain.

Ketua Koperasi Sijantung Albon Silaen menyampaikan bahwa bantuan dari berbagai pihak telah berperan besar dalam meningkatkan kapasitas produksi.

"Jika awalnya kami hanya memproduksi 30 kilogram pelet per hari, sekarang kami bisa menghasilkan 100 hingga 200 kilogram, tergantung ketersediaan bahan baku," jelasnya.

Dengan inovasi ini, sampah ikan yang sebelumnya hanya menjadi limbah kini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
17.372 Guru Non-ASN di Jepara Disasar Program Kartu Guru Sejahtera 2026
KPK OTT Bupati Tulungagung dan Ajudan, Diduga Lakukan Pemerasan hingga Rp5 Miliar
Jawa Tengah Jadi Percontohan Penguatan Kemitraan Program MBG
Skrining Pendengaran Digelar, Pemkab Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran
Swasta Didorong Terlibat, TP PKK Medan Targetkan Penurunan Zero Dose Imunisasi
Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz 2026 Hidupkan Suasana Distrik Muara
komentar
beritaTerbaru