Selasa, 14 April 2026

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II di Sumut Fokus pada Transparansi dan Akuntabilitas

Kamis, 05 September 2024 10:03 WIB
Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II di Sumut Fokus pada Transparansi dan Akuntabilitas
Kabiro Organisasi Setdaprovsu Desni Maharani Saragih memimpin rapat pelaksanaan proyek perubahan Relaksasi For Transparency di PKN Tk II tahun 2024, Selasa (3/9/2024).
Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II dengan tujuan meningkatkan kompetensi kepemimpinan di lingkungan pemerintahan.

Program ini bertujuan untuk mencetak pemimpin yang mampu menggerakkan perubahan dan memberikan dampak nyata bagi institusi serta masyarakat.

Pada PKN Tingkat II tahun 2024, Pemprov Sumut menginisiasi proyek perubahan bernama "Relaksasi For Transparency" yang diprakarsai oleh Desni Maharani Saragih, Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumut.

Proyek ini fokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi akuntabilitas kinerja yang terintegrasi.

Desni Maharani Saragih menjelaskan bahwa proyek perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Pemprov Sumut.

"PKN Tingkat II kali ini bertujuan untuk strategi meningkatkan efektivitas penerapan SAKIP di Pemprov Sumut," kata Desni di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Selasa.

Siaran pers yang diterima jurnalis menyebutkan bahwa proyek perubahan ini melibatkan integrasi tiga aplikasi utama, SEPPEDA, e-SAKIP, dan EVKIP, yang sebelumnya beroperasi secara terpisah.

Dengan menggabungkan ketiga aplikasi tersebut menjadi satu sistem terintegrasi, Pemprov Sumut berharap dapat mengatasi berbagai masalah yang timbul dari aplikasi-aplikasi terpisah tersebut.

Integrasi ini diharapkan dapat menciptakan proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi akuntabilitas kinerja yang lebih efisien, akurat, dan transparan.

Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan koordinasi antar perangkat daerah, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Desni menambahkan bahwa proyek perubahan ini merupakan upaya strategis untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan di era digital. "Sistem terintegrasi diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja instansi pemerintah yang akuntabel dan responsif," ujar Desni.

Pemprov Sumut berharap penerapan "Relaksasi For Transparency" tidak hanya akan meningkatkan kualitas pelayanan publik tetapi juga dapat menjadi model bagi pemerintah daerah lainnya.

Proyek perubahan ini merupakan respons terhadap tantangan Pemprov Sumut dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
Tags
beritaTerkait
17.372 Guru Non-ASN di Jepara Disasar Program Kartu Guru Sejahtera 2026
KPK OTT Bupati Tulungagung dan Ajudan, Diduga Lakukan Pemerasan hingga Rp5 Miliar
Jawa Tengah Jadi Percontohan Penguatan Kemitraan Program MBG
Skrining Pendengaran Digelar, Pemkab Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran
Swasta Didorong Terlibat, TP PKK Medan Targetkan Penurunan Zero Dose Imunisasi
Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz 2026 Hidupkan Suasana Distrik Muara
komentar
beritaTerbaru