Minggu, 12 April 2026

Kolaborasi PLN UID Sumut dan Bank Sampah Induk, Sulap Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomi

Kamis, 06 Juni 2024 16:55 WIB
Kolaborasi PLN UID Sumut dan Bank Sampah Induk, Sulap Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomi
Hasil olahan bahan baku plastik dapat menjadi berbagai barang bernilai ekonomi berupa bahan baku furniture (kursi), kotak parsel, lapik, cermin, batubata dan aneka tas fashion. (Dok/PLN)
Medan (buseronline.com) - Kreativitas bank sampah induk di Provinsi Sumut dalam mengolah sampah anorganik tidak perlu diragukan lagi. Hal ini terbukti, bank sampah induk mampu mengubah sampah anorganik menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Dalam aksi bersih Sungai yang dilakukan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumut melalui program Green Employee Involvement bersama pemerintah daerah, komunitas peduli lingkungan dan para influencer Kota Medan dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan 4.260 kg sampah yang terdiri dari sampah organik dan sampah anorganik.

General Manager PLN UID Sumut Saleh Siswanto mengatakan sebagai kota ke tiga di Indonesia, Kota Medan menjadi salah satu penghasil sampah lebih kurang 2.000 ton setiap hari. Guna mengatasi persoalan tersebut dibutuhkan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat.

“Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia, PLN menggelar aksi bersih sampah di Desa Bandar Kalipah, Kabupaten Deliserdang ini. Harapannya, setelah aksi bersih-bersih sungai ini, masyarakat tidak membuang sampah lagi di sungai,” kata Saleh.

Saleh menambahkan, dalam aksi ini PLN berkolaborasi dengan bank sampah induk untuk mengelola limbah sampah. Produk hasil daur ulang dari limbah sampah anorganik tersebut juga dapat dibeli dan dipergunakan masyarakat.

“Sampah yang telah melalui proses pemilahan dari aksi bersih sungai, kemudian akan didaur ulang menjadi barang yang dapat digunakan kembali. Untuk itu, PLN berkolaborasi dengan bank sampah induk untuk mendaur ulang limbah sampah tersebut,” kata Saleh.

Ketua Bank Sampah Induk, Armawati Chaniago menjelaskan pihaknya mampu mengolah sampah anorganik menjadi barang bernilai tinggi dengan peralatan yang canggih.

“Sampah-sampah anorganik yang telah dipilah, akan kami daur ulang menggunakan peralatan canggih yang kami miliki. Hasil pengolahan tersebut akan menjadi bahan baku furniture, kotak parcel, batu bata, tas aneka produk lainnya,” jelas Armawati.

Armawati mengatakan selain untuk mengurangi potensi timbunan sampah anorganik di Kota Medan, produk yang dihasilkan dari sampah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya, bank sampah ini mampu membentuk kelompok usaha sehingga pemasaran barang kerajinan yang dihasilkan bisa semakin mudah,” tutup Armawati. (P2)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Ekosistem Balap di Sprint Rally Sumut 2026
Arsenal Tumbang 1-2 dari Bournemouth, Gagal Jauh dari Kejaran Man City
Bupati Taput Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Luat Pahae
Paris FC Hancurkan Monaco 4-1, Putus Tren Kemenangan Tamu di Ligue 1
MT Gas Attaka Perkuat Distribusi LPG ke Kalimantan dan Sulawesi
komentar
beritaTerbaru