Minggu, 12 Juli 2026

Segini Jumlah Kasus TB/TBC di Kota Medan yang Sedang Diobati

Selasa, 30 April 2024 07:30 WIB
Segini Jumlah Kasus TB/TBC di Kota Medan yang Sedang Diobati
Sekretaris Dinkes Medan Edi Subroto.
Medan (buseronline.com) - Sebanyak 3.883 kasus TB/TBC dari target 18.000 kasus di Kota Medan sedang diobati.

"Jumlah itu tercatat tahun 2024 sampai dengan Maret," kata Kepala Dinas Kesehatan Medan melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Medan Edi Subroto kepada wartawan.

Ia menyampaikan target orang menderita TB/TBC untuk diobati 18.000 kasus. Namun, hingga Maret 2024 sudah mencapai 3.883 orang untuk diobati.

"Jumlah orang yang diobati TB/TBC tahun 2023 sebanyak 13.052 kasus dari target 18.000 kasus," ungkapnya.

Edi Subroto menyampaikan penyebab TBC adalah kuman Micobakterium Tuberkulosis yang tertular lewat bicara, batuk dan bersin.

"Kemudian orang yang rentan tertular TBC adalah kontak erat, kontak serumah, yang bergejala batuk, pasien diabetes, pasien HIV, perokok dan lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan Dinas Kesehatan Medan dalam penanggulangan TBC yaitu meningkatkan kapasitas nakes dalam layanan TBC baik sosialisai, pelatihan, pembinaan dalam layanan TBC standar Kemenkes RI.

Melakukan jejaring dengan layanan TBC swasta baik rumah sakit, klinik & dokter praktek mandiri sehingga terintegrasi dan terlapor ke aplikasi nasional SITB. Obat gratis dari Kemenkes.

Melakukan ACF aktif Case Finding di masyarakat/kecamatan untuk penemuan kasus sejak 2022-2024 dgn cara skrining dahak suspek atau foto ronsent. (P3)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Presiden Prabowo Benahi BUMN, Ratusan Perusahaan Tak Sehat Ditutup
Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia
Korlantas Polri Gencarkan Sosialisasi ODOL di Tol Japek, Penertiban Berlaku Mulai 1 Januari 2027
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana SIBS ASEAN 2026 di Luar Malaysia
Mendikdasmen Dorong Budaya Kerja Kolegial dan Komunikasi Publik di Lingkungan UPT
Bareskrim Polri Tuntaskan Penyidikan Kasus Impor Ilegal Ponsel Bekas, Sita Barang Bukti Rp253 Miliar
komentar
beritaTerbaru