Minggu, 11 Oktober 2026

Segini Jumlah Kasus TB/TBC di Kota Medan yang Sedang Diobati

Selasa, 30 April 2024 07:30 WIB
Segini Jumlah Kasus TB/TBC di Kota Medan yang Sedang Diobati
Sekretaris Dinkes Medan Edi Subroto.
Medan (buseronline.com) - Sebanyak 3.883 kasus TB/TBC dari target 18.000 kasus di Kota Medan sedang diobati.

"Jumlah itu tercatat tahun 2024 sampai dengan Maret," kata Kepala Dinas Kesehatan Medan melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Medan Edi Subroto kepada wartawan.

Ia menyampaikan target orang menderita TB/TBC untuk diobati 18.000 kasus. Namun, hingga Maret 2024 sudah mencapai 3.883 orang untuk diobati.

"Jumlah orang yang diobati TB/TBC tahun 2023 sebanyak 13.052 kasus dari target 18.000 kasus," ungkapnya.

Edi Subroto menyampaikan penyebab TBC adalah kuman Micobakterium Tuberkulosis yang tertular lewat bicara, batuk dan bersin.

"Kemudian orang yang rentan tertular TBC adalah kontak erat, kontak serumah, yang bergejala batuk, pasien diabetes, pasien HIV, perokok dan lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan Dinas Kesehatan Medan dalam penanggulangan TBC yaitu meningkatkan kapasitas nakes dalam layanan TBC baik sosialisai, pelatihan, pembinaan dalam layanan TBC standar Kemenkes RI.

Melakukan jejaring dengan layanan TBC swasta baik rumah sakit, klinik & dokter praktek mandiri sehingga terintegrasi dan terlapor ke aplikasi nasional SITB. Obat gratis dari Kemenkes.

Melakukan ACF aktif Case Finding di masyarakat/kecamatan untuk penemuan kasus sejak 2022-2024 dgn cara skrining dahak suspek atau foto ronsent. (P3)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemkab Bekasi Perkuat Kerja Sama Layanan Kesehatan Lintas Daerah, Pasien Tak Boleh Terlantar
Polri Berantas Premanisme dan Pungli, Puluhan Ribu Kasus Diungkap Sepanjang 2026
Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Rp374 Juta untuk Biaya Kos Mahasiswa NTT Terdampak Gempa
65 RSUD se-Jawa Barat Jalin Kerja Sama, KDM Permudah Akses Layanan Kesehatan Warga
Pemprov Jabar Masih Kaji Pinjaman Rp3,4 Triliun ke PT SMI, Tunggu Evaluasi Kemendagri
Polda Lampung Ungkap Sejumlah Kasus Perdagangan Ilegal
komentar
beritaTerbaru