Selasa, 06 Oktober 2026

Optimis Sambut Bonus Demografi, Pemprov Sumut Siapkan Dua Strategi Besar

Selasa, 26 Maret 2024 11:21 WIB
Optimis Sambut Bonus Demografi, Pemprov Sumut Siapkan Dua Strategi Besar
Pj Gubernur Sumut Dr Hassanudin saat menjadi narasumber talk show di Medan, Senin (25/3/2024). (Dok/Kominfo Sumut)
Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut optimis menyambut bonus demografi dan visi Indonesia Emas 2045. Pada saat itu, sekitar 68% masyarakat Indonesia merupakan usia produktif dan harus dimanfaatkan dengan baik.

“Untuk itu, Pemprov Sumut fokus pada dua strategi besar. Pertama menyiapkan kesehatan sumber daya manusia, dan kedua menyiapkan kualitas sumber daya manusianya,” kata Pj Gubernur Sumut Dr Hassanudin saat menjadi narasumber talk show di Medan.

Pj Gubernur Sumut Hassanudin juga mengatakan, ada berbagai tantangan dalam menyambut bonus demografi. Untuk itu, perlu dipersiapkan peningkatan pendidikan, sistem informasi layanan pasar kerja, perlindungan pekerja, ketahanan pangan, kualitas jaminan sosial, peningkatan layanan kesehatan.

“Hal tersebut harus dipersiapkan secara berkelanjutan atau berkesinambungan, serta membutuhkan peran serta semua pihak,” ujar Hassanudin.

Stunting merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan, agar terwujud visi Indonesia Emas 2045. Saat ini angka prevalensi stunting Sumut berada pada angka 18,9%. Berbagai upaya pun dilakukan, seperti pembentukan tim pendamping. Menurut Hassanudin, tim pendamping cukup efektif menurunkan angka prevalensi stunting.

Selain itu, Hassanudin juga mendorong penggunaan anggaran dana desa untuk program penurunan stunting. Menurutnya, selama ini dana desa belum terlalu menyentuh program stunting.

“Saya mendorong, dan saya sudah masukkan ke dalam Musrenbang, bahwa kepada desa harus didorong mengalokasikan dan kami siap memberikan pendampingan,” ujar Hassanudin.

Sementara itu, Sekretaris Utama BKKBN Tavip Agus Rayanto yang juga menjadi narasumber, mengatakan penurunan prevalensi Sumut cukup baik yaitu 2,2%. Namun Pemerintah Pusat berharap angka tersebut masih bisa ditingkatkan. Sumut merupakan salah satu dari lima provinsi yang menjadi fokus penurunan stunting oleh pemerintah.

“Sumut masuk jadi fokus, bukan karena prevalensinya tinggi, tapi karena jumlah penduduknya yang besar secara nasional, jadi apabila lima provinsi dengan jumlah penduduknya yang besar ditekan, maka akan mempengaruhi prevalensi stunting, kita pun akan mengejar strategi jangka pendek yang menyasar ibu hamil dan anak-anak di bawah dua tahun,” kata Tavip. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Tujuh Tantangan Mengadang Perbankan Indonesia Menuju 2027
Bupati Taput Hadiri Pembukaan Sinode Godang ke-68 HKBP di Sipoholon
Bupati Taput Ikuti Program “Jaksa Sahabat Pendidik”
Wabup Taput Dampingi Menkop RI Beri Kuliah Umum di UNITA, Dorong Generasi Muda Manfaatkan Koperasi
Nawal Arafah Yasin Dorong Penggunaan AI untuk Tingkatkan Daya Kritis Anak
Bunda PAUD Jateng Dukung Perjuangan Guru PAUD Raih Kesetaraan Hak Profesi
komentar
beritaTerbaru