Rabu, 27 Mei 2026

Ratusan PMI Diduga Ilegal dari Malaysia Terdampar di Perairan Laut Deliserdang

Kamis, 11 Januari 2024 00:40 WIB
Ratusan PMI Diduga Ilegal dari Malaysia Terdampar di Perairan Laut Deliserdang
Sebanyak 127 PMI Ilegal yang terdampar di muara perairan laut Deliserdang, dikumpulkan untuk didata di Aula Kantor Camat, di Pantailabu, Rabu (10/1/2024). (Dok/FKDM Pantailabu)
Pantailabu (buseronline.com) - Sebanyak 127 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural (illegal) ditambah dua anak balita dengan menumpang dua unit kapal tongkang dari Malaysia, Rabu (10/1/2024) pukul 05.30 WIB, terdampar di perairan laut diantara muara Baganserdang, Kecamatan Percut Seituan dan muara Palusibaji, Kecamatan Pantailabu, Kabupaten Deliserdang.

Setelah didata dan menjalani perawatan kesehatan di Klinik di Pantailabu, 127 orang PMI itu pulang ke alamat masing-masing dengan menumpang angkutan umum atau dijemput keluarga terdekat, secara mandiri.

Hasil pendataan, 127 orang PMI diantaranya yang berasal dari Sumut yakni Medan, Belawan, Lubukpakam, Percut Seituan, Binjai, Langkat, Indrapura, Perdagangan dan Batubara. Provinsi Aceh, Riau, dan Sumatera Barat.

Selanjutnya dari luar Sumatera adalah dari Madura, Gresik, Blitar, Banyuwangi Provinsi Jawa Timur. Majalengka, Bandung Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, NTB dan Sulawesi.

Keterangan beberapa pekerja kepada wartawan mengaku, sebelumnya mereka pulang dari Malaysia dengan menumpang dua kapal tongkang yakni satu kapal mengangkut 65 orang dan satu kapal lagi mengangkut 62 orang, Selasa (9/1/2024) pukul 05 waktu Malaysia.

Tiba di perairan Indonesia, kru kapal tongkang (Ponton) mengatakan bahwa kapalnya sudah rusak dan kehabisan bensin. Seluruh penumpang yang merupakan PMI dipaksa turun di muara dengan ketinggian air sebatas perut dewasa, sementara posisinya masih jauh dari daratan (Pantai) karena kondisi air laut saat itu surut.

Beberapa penumpang yang tidak mau turun, dipaksa turun dengan cara melemparkan tas bawaannya ke pasir laut hingga ke air laut, sehingga para PMI terpaksa harus turun. Akibatnya beberapa penumpang mengalami luka di bagian kaki diakibatkan terkena kulit kerang dan benda-benda lainnya.

Melihat situasi itu, kapal Nelayan dari Pantailabu yang hendak melaut (mencari ikan-red), mendekati kapal tongkang, meminta agar penumpangnya jangan diturunkan di tengah muara serta meminta agar penumpangnya dipindahkan ke kapal nelayan.

Diduga ketakutan dengan kehadiran kapal Nelayan Indonesia, para Kru kapal tongkang milik Malaysia semakin mempercepat semua penumpangnya turun dari kapal, selanjutnya langsung putar kemudi bertolak ke Malaysia.

Selanjutnya beberapa kapal Nelayan asal Pantailabu mengangkut seluruh PMI yang sudah terdampar dan mengantarkan 62 orang ke Kantor Desa Bagan Serdang, Kecamatan Percut Seituan dan 65 orang diantar ke Polsek Pantailabu. Selanjutnya sebanyak 127 orang PMI itu diantar dan dikumpulkan di Kantor Camat Pantailabu. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
SC Paderborn 07 Promosi ke Bundesliga, VfL Wolfsburg Terdegradasi Setelah 29 Musim
FIFA dan PSSI Gelar Kampanye “Be Active” untuk Dorong Gaya Hidup Sehat Anak
Pertamina Perkuat Transformasi Digital Berbasis AI, Targetkan EBITDA US$300 Juta pada 2027
Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Fokus Penegakan Hukum Digital lewat ETLE
Uzbekistan Umumkan Skuad Sementara untuk Piala Dunia 2026
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
komentar
beritaTerbaru