Jumat, 10 Juli 2026

Dosen dan Mahasiswa MBKM KKN-T Universitas Quality Berastagi Gelar Pelatihan di Desa Barusjahe

Rabu, 06 September 2023 04:57 WIB
Dosen dan Mahasiswa MBKM KKN-T Universitas Quality Berastagi Gelar Pelatihan di Desa Barusjahe
Tim pengabdian Dosen dan mahasiswa memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada ibu-ibu PKK di Desa Barusjahe, Rabu (12/7/2023).
Karo (buseronline.com) - Secara umum, value added merupakan nilai ekonomi yang ditambahkan ke suatu produk atau jasa yang ditawarkan pada konsumen. Penambahan nilai ini sangat penting untuk membuat produk atau jasa terlihat lebih berkualitas dan unggul sehingga perusahaan bisa meningkatkan harga jual.

Desa Barusjahe, Kabupaten Karo, Provinsi Sumut, penghasil komoditas hortikultura salah satunya kentang. Selain memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya nilai gizi menjadikan sayuran sebagai komoditas yang potensial untuk diusahakan.

Dosen Universitas Quality Berastagi (UQB) Elvin Desi Martauli SPt MSi, Ir Seringena Karo MSi dan Mahasiswa MBKM Desa Barusjahe Wina Duwi Lara, Emilia Sari Milala dan Irene Natasia Barus melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul kegiatan “Pelatihan Pembuatan Churros Kentang Bagi Masyarakat di Desa Barusjahe Kabupaten Karo”.

Pelatihan itu diikuti peserta ibu-ibu PKK di Desa Barusjahe, Rabu (12/7/2023). Kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pelaksanaan tridharma yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi kondisi Desa Barusjahe sebagai salah satu desa penghasil kentang di Kabupaten Karo.

Selama ini, kentang masih dijual dalam bentuk mentah tanpa adanya pengolahan untuk meningkatan nilai tambah produk kentang. Padahal jika kentang diolah, maka nilai jual akan lebih tinggi.

"Oleh karena itu, tim pengabdian berinisiatif memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada ibu-ibu PKK dapat memanfaatkan komoditas kentang di olah menjadi churros kentang," kata Elvin Desi Martauli selaku ketua pengabdian.

Kegiatan pengabdian ini diikuti anggota tim pengabdian (dosen dan mahasiswa MBKM KKN-T) dan ibu-ibu PKK sebanyak 25 orang.

Diharapkan melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK mendapatkan keterampilan sehingga dapat memanfaatkan kentang untuk menjadi produk bernilai tambah yang akan mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga selain sebagai petani oleh ibu-ibu PKK yang hadir. (W3)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemkab Taput Serahkan Bantuan Perabotan Huntap Tahap II untuk 33 KK Korban Bencana
Sahroni Dukung Kortas Tipidkor Polri Usut Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
Prabowo Terima Kunjungan Thaksin Shinawatra di Kertanegara, Bahas Isu Strategis Global
KPK dan Kementerian PU Perkuat Pencegahan Korupsi Proyek Konstruksi Daerah
DPRD Kota Medan Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025
Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya Geledah Delapan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU
komentar
beritaTerbaru