Jakarta (buseronline.com) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menegaskan pentingnya Pancasila sebagai fondasi utama bangsa Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang kian kompleks. Menurutnya, tanpa Pancasila, Indonesia bukan hanya akan kehilangan masa lalu, tetapi juga kehilangan masa depan.
Hal itu disampaikan Ahmad Muzani saat membuka sarasehan bertajuk “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menghadapi Tantangan Geopolitik Global Menuju Indonesia Raya”, yang digelar di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa.
Sarasehan ini merupakan kolaborasi antara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), MPR RI, dan Center for Geopolitics & Geostrategy Studies Indonesia. Kegiatan ini menjadi forum dialog strategis lintas sektor untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan merespons tantangan global melalui pendekatan ideologis.
Dalam sambutannya, Ahmad Muzani menegaskan bahwa di tengah perubahan global yang cepat dan penuh ketidakpastian, ideologi Pancasila menjadi satu-satunya fondasi yang mampu menyatukan dan mengarahkan bangsa Indonesia.
“Setiap bangsa memiliki pondasi, dan bangsa Indonesia memiliki pondasi yang kuat yaitu Pancasila. Tanpa Pancasila, Indonesia bukan hanya kehilangan masa lalu, tapi juga kehilangan masa depan,” ujar Muzani.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Pancasila harus terus diperkuat, tidak hanya di tataran wacana, tetapi juga dalam praktik kebijakan dan kehidupan sehari-hari.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi dalam laporannya menekankan bahwa tujuan utama sarasehan ini adalah memperkuat ketahanan dan ketangguhan bangsa melalui internalisasi nilai-nilai Pancasila.
“Sarasehan ini diharapkan mampu memperkokoh ketahanan bangsa, dengan tetap berlandaskan pada ideologi Pancasila sebagai dasar dan arah kebijakan nasional,” ujarnya.
Sarasehan dihadiri sejumlah kepala daerah, termasuk Bupati Tapanuli Utara, JTP Hutabarat, yang ikut berpartisipasi aktif dalam sesi dialog bersama para narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga strategis seperti Kemenko Polhukam, Kementerian Luar Negeri, Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan BPIP.
Materi yang disampaikan meliputi sejumlah isu strategis, antara lain:
Memperkokoh Ideologi Pancasila
Tantangan Geopolitik Dunia dan Peluang Menuju Indonesia Raya
Geopolitik dan Keamanan Nasional
Geopolitik dan Kebijakan Luar Negeri
Disrupsi Global dan Arah Baru Ekonomi Indonesia
Pergeseran Geopolitik dan Kebijakan Ekonomi serta Moneter
Usai mengikuti sarasehan, Bupati Tapanuli Utara JTP Hutabarat menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, dialog ini memberikan wawasan baru bagi para pemimpin daerah dalam menyikapi perubahan dunia secara lebih strategis.
“Sarasehan ini membuka cakrawala berpikir kita sebagai pemimpin daerah bahwa tantangan global saat ini nyata dan harus diantisipasi bersama. Ideologi Pancasila bukan hanya warisan, tetapi pedoman hidup dalam menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara siap memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik. Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah menjadi sangat penting dalam menjaga arah pembangunan nasional di tengah dinamika geopolitik.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan Pancasila sebagai kompas utama, kita akan tetap solid menghadapi tantangan global ke depan,” pungkas JTP.
Sarasehan ini menegaskan kembali urgensi revitalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai pijakan utama bangsa Indonesia dalam meraih visi Indonesia Emas 2045 di tengah ketidakpastian dunia. (T1)
beritaTerkait
komentar