Sabtu, 07 November 2026

Pemprov Jawa Tengah Gulirkan Rp350 Juta untuk Fasilitasi Distribusi Beras dan Telur

Selasa, 17 Oktober 2023 09:07 WIB
Pemprov Jawa Tengah Gulirkan Rp350 Juta untuk Fasilitasi Distribusi Beras dan Telur
GPM kembali digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tepat di Hari Pangan Sedunia, Senin (16/10/2023). (Dok/Pemprov Jawa Tengah)
Tegal (buseronline.com) - Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tepat di Hari Pangan Sedunia. Pemprov Jawa Tengah menggunakan strategi fasilitasi distribusi, agar harga komoditi yang dijual di GPM, lebih murah dari harga pasaran umum.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah Dyah Lukisari mengatakan, dalam setiap GPM menggandeng Bulog untuk menyediakan pangan murah.

Selain itu, strategi fasilitasi distribusi ditempuh agar masyarakat tidak perlu merogoh kocek dalam, untuk mendapatkan pangan pokok.

Ia menyebut, fasilitasi distribusi ditujukan untuk produsen yakni petani atau gabungan kelompok tani, yang ikut dalam ajang GPM. Di tahun ini, Dishanpan telah menggulirkan sejumlah Rp350 juta untuk fasilitasi distribusi.

Rencananya, pada anggaran perubahan 2023 Dishanpan mengajukan Rp850 juta, untuk fasilitasi distribusi.

“Kita bantu untuk transportasinya. Untuk beras Rp1.200 per kg, telur Rp2.000 per kg. Misal mereka bawa satu ton, dengan harga di sana Rp13.000, dibawa ke sini bisa dijual Rp11.000-11.500 per kg. Ini akan bantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga murah,” tuturnya, di Aula Kecamatan Tegal Timur.

Dyah mengatakan, GPM yang diselenggarakan di Kota Tegal, merupakan ajang kali ke-450. Khusus peringatan Hari Pangan Sedunia, acara ini diselenggarakan serentak di 28 kabupaten/kota se Jawa Tengah.

Dengan acara tersebut, diharapkan bisa memengaruhi psikologis pasar, agar harga komoditi tersebut bisa turun.

“Mudah-mudahan dengan kita membanjiri beras murah, di Kota Tegal dan 28 kabupaten kota, kita bisa membantu mengurangi pengeluaran masyarakat dalam membeli beras yang saat ini harganya tinggi,” urainya.

Anggota Kelompok Tani Karya Jaya III Kendal Sudarwati mengaku telah merasakan bantuan fasilitasi distribusi Pemprov Jawa Tengah. Ia menyebut, pada GPM di Kota Tegal membawa 450 kilogram beras C4.

“Semuanya habis, malah kekurangan. kita jual di sini Rp56 ribu per 5 kilogram. Kalau di pasaran kan sampai Rp70 ribu per 5 kilogram. Ya kita bisa membantu warga mendapatkan pangan murah,” pungkasnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Gandeng AFEBI Perkuat Sinergi Akademisi dan Pemerintah Bangun Ekonomi Daerah
Wagub Sumut Dorong Sekolah Kristen Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan SDM
KPK Ajak Mahasiswa ISI Bali Kampanyekan Antikorupsi Lewat Karya Komik
Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen pada November 2026, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
Speling Jateng Jangkau 1.660 Desa, Layani Lebih dari 133 Ribu Warga
PP Polri Dukung Kapolri Tindak Tegas Oknum Anggota Terlibat Dugaan Penyadapan Ilegal
komentar
beritaTerbaru