Sabtu, 11 Juli 2026

Diskanak Bogor Suntikan 3.000 Dosis Vaksin Rabies

Rabu, 11 Oktober 2023 05:45 WIB
Diskanak Bogor Suntikan 3.000 Dosis Vaksin Rabies
Diskanak Kabupaten Bogor melakukan giat vaksinasi rabies massal gratis bagi hewan peliharaan milik masyarakat Kabupaten Bogor yang dilaksanakan mulai 1 September hingga 7 Oktober 2023. (Dok/Kominfo Jawa Barat)
Bogor (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor melakukan giat vaksinasi rabies massal gratis bagi hewan peliharaan milik masyarakat Kabupaten Bogor yang dilaksanakan mulai 1 September hingga 7 Oktober 2023 dengan target 3.000 dosis.

Hal ini dilakukan untuk mendorong Kabupaten Bogor bebas rabies juga dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia atau Hari Rabies Sedunia (WRD) tahun 2023.

Vaksinasi massal dilakukan secara berkelanjutan dari 1 September sampai 7 Oktober 2023 yang diselenggarakan di wilayah kerja UPT Puskeswan 1 sampai dengan 6.

Puncak peringatan WRD dilaksanakan pada 7 Oktober 2023 di beberapa titik lokasi antara lain UPT Puskeswan Wilayah 1 di Gaperi Sukahati Cibinong, UPT Puskeswan Wilayah 2 di Kantor Kecamatan Ciawi, UPT Puskeswan Wilayah 3 di Villa Nusa 2 Bojong Kulur Kecamatan Gunung Putri.

UPT Puskeswan Wilayah 4 di Kantor UPT Puskeswan 4 di Laladon, UPT Puskeswan Wilayah 5 di Perumahan Grand Sutera Leuwiliang dan UPT Puskeswan Wilayah 6 di Griya Parung Panjang Kabasiran Kecamatan Parung Panjang.

Selain vaksinasi massal, dilaksanakan juga edukasi dan sosialisasi vaksinasi rabies ke sekolah-sekolah antara lain SDIT Al-Madinah Cibinong, SDN Citaringgul 01 Kecamatan Babakan Madang, SD Citra Indah Sukamaju Kecamatan Jonggol.

SDN Laladon 3, SDN Ciapus 4, SMA Muhammadiyah Pamijahan, SMP Amanah Bangsa Desa Sukamaju Kecamatan Cigudeg serta sosialisasi Rabies melalui siaran Radio Teman 95,3 FM.

Kepala Diskanak Kabupaten Bogor Nurhayati mengatakan, vaksin rabies adalah tindakan imunisasi yang berguna untuk mencegah infeksi yang disebabkan oleh virus rabies.

Virus rabies, imbuhnya, merupakan gangguan yang menyebabkan infeksi serius dan seringkali berakibat fatal.

Gangguan ini rentan terjadi disebabkan oleh gigitan anjing, tetapi tidak menutup kemungkinan disebabkan oleh gigitan hewan lainnya seperti kucing, monyet/kera, musang, dan kelelawar.

Menurutnya, vaksin ini penting untuk memberikan perlindungan pada hewan yang berisiko tinggi terpapar rabies atau disebut Hewan Penular Rabies (HPR).

HPR yang tervaksin akan memiliki perlindungan terhadap penyakit rabies sehingga dapat mencegah penularan ke manusia.

“Semoga dengan rangkaian kegiatan WRD tahun 2023 ini, dapat mendukung target Jawa Barat bebas rabies tahun 2024 serta Indonesia bebas rabies tahun 2030,” imbuhnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Taput Jadi Pelopor Digitalisasi Bansos, Luhut Tinjau Langsung Program Perlinsos Digital di Siborong-borong
Menkes Targetkan Temukan 37 Ribu Kasus Kusta untuk Percepat Eliminasi Nasional
Pemprov Jateng Pastikan APBD dan Program Pembangunan Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Tas Karakter Bright Gas Viral di Jakarta Fair 2026, Dongkrak UMKM dan Serap Tenaga Kerja
Pendaftaran TKA dan Asesmen Nasional 2026 Dimajukan, Sekolah Diminta Segera Perbarui Data Siswa
Bandung dan Pekanbaru Sepakati Kerja Sama Penguatan Pelayanan Publik dan Peningkatan PAD
komentar
beritaTerbaru