Rabu, 02 September 2026

Sri Mulyani Dorong Peran Penelitian BRIN Sebagai Katalisator Pembangunan

Jumat, 07 Juli 2023 03:21 WIB
Sri Mulyani Dorong Peran Penelitian BRIN Sebagai Katalisator Pembangunan
Menkeu RI Sri Mulyani Indrawati ketika menghadiri kunjungan kerja Dewan Pengarah BRIN di Cibinong, Jawa Barat, Rabu (5/7/2023). (Dok/Kemenkeu RI)
Cibinong (buseronline.com) - Menkeu RI Sri Mulyani Indrawati selaku Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong agar berbagai penelitian yang ada di institusi tersebut bisa menjadi katalisator pembangunan. Hal itu disampaikan Menkeu ketika menghadiri kunjungan kerja Dewan Pengarah BRIN di Cibinong, Provinsi Jawa Barat.

Turut hadir dalam event ini sejumlah jajaran Dewan Pengarah BRIN seperti Megawati Soekarnoputri selaku Ketua, Prof Emil Salim selaku anggota, Sudhamek selaku Sekretaris, dan Bambang Kesowo selaku anggota.

Pada kesempatan tersebut, Menkeu Sri Mulyani menyampaikan sejumlah pesan. Antara lain terkait masa transisi dari institusi BRIN yang memerlukan effort dan kerja sama lebih untuk memastikan proses tersebut berjalan dengan baik.

"Namanya menyatukan begitu banyak kementerian lembaga menjadi satu lembaga, Anda bisa bayangkan organisasinya, manusianya, anggarannya, dan kemudian cara kerjanya itu pasti harus berubah" ujarnya.

Oleh karenanya, Dewan Pengarah meminta adanya tim transisi yang bisa menangani secara proaktif berbagai keluhan serta persoalan yang muncul sebagai dampak dari proses transisi.

Ia juga memaparkan peran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang selama 3 tahun terakhir ini membiayai berbagai pembangunan dan pengisian fasilitas di BRIN. Selain itu, Menkeu mengungkapkan ketersediaan anggaran kompetitif penelitian yang dikelola oleh LPDP sebanyak setengah triliun untuk membantu memfasilitasi riset yang bersifat multi years.

"Kita berharap transisinya bisa dikelola secara baik. Memberikan kesempatan kepada peneliti untuk bisa kemudian berubah sesuai yang tadi semangat disampaikan oleh Ibu Mega. Inovatif, kreatif, dan juga semangat disiplin untuk melakukan penelitian terutama yang sesuai prioritas nasional," jelasnya.

Ia mendorong riset mengenai biodiversitas mengingat hal tersebut adalah salah satu indikator kompetensi suatu negara di fora global.

"Karena memang dalam berbagai pertemuan internasional, biodiversity ini akan menjadi indikator sebuah negara. Yang mampu untuk menjaganya itu dianggap sebagai sebuah negara yang mempunyai kompetensi, termasuk melindunginya," ujarnya.

Sebagai penutup, Sri mengutarakan harapannya kepada para peneliti BRIN agar dapat berkontribusi dalam menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai proses yang tidak merusak keberagaman lingkungan.

"Prinsip environment, sustainability, dan governance itu menjadi penting. Dan sekarang menjadi mainstream secara internasional", pungkasnya.
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Janji Mentan Amran kepada Buruh Tani Karawang Langsung Terwujud, Alsintan Tiba dalam Hitungan Jam
427 Siswa Ikuti MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi
Patroli Jalan Kaki Satgas Damai Cartenz di Muara Puncak Jaya, Sapa Warga dan Bagikan Makanan Ringan
Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi Terapkan Sistem Asrama, Siswa Dilatih Mandiri dan Disiplin
Bobby Nasution Wacanakan Penurunan PKB di Daerah Tertentu untuk Pemerataan PAD
Jabar Targetkan Bebas Anak Tidak Sekolah pada 2029
komentar
beritaTerbaru