Selasa, 26 Mei 2026

12 Gejala Tipes pada Anak yang Wajib Diketahui Orang Tua

Jumat, 09 Juni 2023 15:22 WIB
12 Gejala Tipes pada Anak yang Wajib Diketahui Orang Tua
Logo IDAI
Jakarta (buseronline.com) - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan diagnosa tipes atau tifus dapat menyerang anak-anak mulai dari usia lebih dari satu tahun.

Gejala tipes adalah kondisi yang menandai adanya serangan bakteri Salmonella typhii.

Anak-anak dan dewasa rentan terkena penyakit ini, apalagi yang kurang memperhatikan kebersihan makanan atau minuman.

Kebanyakan anak-anak yang mengalami tipes berusia lebih dari lima tahun, saat sudah mampu jajan di luar rumah.

Awal dari gejala tipes pada anak biasanya peningkatan suhu tubuh yang berlangsung cukup lama.

Diambil dari data Kementerian Kesehatan RI, berikut beberapa gejala tipes pada anak:

1. Sakit kepala

2. Menggigil

3. Kehilangan nafsu makan

4. Nyeri perut

5. Ruam atau bintik-bintik merah, biasanya di dada atau perut

6. Batuk

7. Nyeri otot

8. Mual dan muntah

9. Diare atau sembelit

10. Badan lemas

11. Lidah terlihat berwarna putih

12. Demam tinggi yang biasanya susah turun.

Pertolongan pertama saat gejala tipes: saat anak mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter sebelum penyakitnya semakin serius.

Ada beberapa pertolongan pertama yang dapat dilakukan di rumah sebelum pergi ke dokter:

1. Banyak minum air untuk menjaga agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Hal ini wajib dilakukan karena gejala tipes biasanya membuat cairan pada tubuh hilang.

2. Mengonsumsi madu. Madu dapat menenangkan usus yang teriritasi dan berfungsi melindungi saluran pencernaan. Dengan begitu, konsumsi madu dapat menghindari dari sembelit.

3. Memilih asupan nutrisi makan yang tepat. Makanan yang mudah dicerna dan memiliki nutrisi baik dibutuhkan saat mengalami gejala tipes.

Jika gejala tipes pada anak tidak membaik, segera membawa anak ke dokter adalah jalan terakhir yang bisa dilakukan.

Pengobatan medis dilakukan dengan melakukan pemeriksaan pada darah, tinja, dan urine di laboratorium.

Pemeriksaan ini dibutuhkan untuk menentukan bentuk perawatan yang tepat. Termasuk pemberian antibiotik untuk melawan bakteri penyebab tipes.
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Kemenhub Perkuat Layanan Transportasi Inklusif bagi Kelompok Rentan dan Wilayah 3T
Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung
Pertamina Tekankan Peran Strategis NOC dalam Menjaga Ketahanan Energi
Wamenkes Dante Dorong Deteksi Dini Lewat Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek
Semangat Literasi Tumbuh dari Perbatasan, Malinau Jadi Contoh Kolaborasi Pendidikan
Girona Resmi Terdegradasi dari La Liga, Elche Bertahan Usai Bermain Imbang
komentar
beritaTerbaru