Kamis, 20 Agustus 2026

Pemprov Jateng Siapkan ASN dan Guru Kuliah S2 di NTU Singapura

Minggu, 10 Mei 2026 17:15 WIB
Pemprov Jateng Siapkan ASN dan Guru Kuliah S2 di NTU Singapura
Pertemuan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan Senior Advisor NTU, Maliki Osman, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (8/5/2026).

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bergerak cepat menangkap peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan dengan Nanyang Technological University.

Dilansir dari laman Jatengprov, program tersebut membuka kesempatan bagi aparatur sipil negara (ASN) hingga guru untuk melanjutkan pendidikan jenjang Strata 2 (S2) di kampus ternama asal Singapura itu.

Kesempatan tersebut mencuat dalam pertemuan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan Senior Advisor NTU, Maliki Osman, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat. Dalam pertemuan itu, NTU menawarkan program beasiswa dengan kuota hingga 200 peserta setiap tahun.

Program pendidikan difokuskan pada berbagai bidang strategis, seperti keamanan pangan, energi, transformasi digital, keamanan siber, pendidikan, hingga investasi.

"Pertemuan ini kami gelar untuk mewartakan kepada warga Jawa Tengah dan pegawai provinsi, yang ingin melanjutkan ke jenjang S2 di NTU dalam berbagai bidang, misalnya teknik, komunikasi, dan sebagainya," ujar Maliki Osman.

Ia menjelaskan, program tersebut menggunakan skema joint funding antara Nanyang Technological University dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Selain program S2, NTU juga menawarkan program Singapore Cooperation Programme (SCP) bagi ASN. Program itu berupa kursus singkat di berbagai bidang yang seluruh pembiayaannya ditanggung pemerintah Singapura.

"SCP akan dibiayai oleh pemerintah Singapura, di mana mereka bisa mengikuti kursus seperti water management, waste management, AI digitalization, dan sebagainya," imbuh Maliki Osman.

Menanggapi tawaran tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi langsung meminta jajaran terkait untuk segera melakukan pendataan dan pemetaan ASN yang berpotensi mengikuti program tersebut. "Langsung didata dan dipetakan siapa saja. Untuk guru juga boleh," tegas Ahmad Luthfi.

Sementara itu, Sekretaris BKD Jawa Tengah, Suseno, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan gubernur. Langkah awal yang akan dilakukan ialah talent mapping terhadap ASN yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan program.

"Nanti akan kita sortir kembali seluruh ASN yang sesuai dengan kriteria, kemudian akan kita sampaikan ke pak gubernur," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jateng Perluas Akses Pendidikan, Ribuan Siswa Kurang Mampu Terbantu
Jateng Pacu Pembangunan Dry Port di Batang dan Kendal
Pemprov Jateng Salurkan 181 Kursi Roda Adaptif untuk Penyandang Disabilitas
Harga Garam Rakyat Anjlok, Pemprov Jateng Minta Petambak Tahan Penjualan
Mentan Amran Ungkap Kerugian Mafia Beras Bisa Capai Rp100 Triliun
UPTD PPA Kabupaten Semarang Resmi Beroperasi, 45 Kasus Kekerasan Tercatat hingga Juli 2026
komentar
beritaTerbaru