Minggu, 31 Mei 2026

Jateng Inisiasi Kurikulum Koperasi di Sekolah, Siapkan Generasi Berjiwa Gotong Royong

Kamis, 07 Mei 2026 17:16 WIB
Jateng Inisiasi Kurikulum Koperasi di Sekolah, Siapkan Generasi Berjiwa Gotong Royong
Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno dalam FGD Finalisasi Insersi Kurikulum Pendidikan Perkoperasian di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (5/5/2026).

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi menginisiasi kebijakan baru berupa insersi kurikulum pendidikan perkoperasian pada jenjang sekolah dasar hingga menengah.

Dilansir dari laman Jatengprov, langkah ini dilakukan sebagai upaya membangkitkan kembali semangat ekonomi kerakyatan sejak dini.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno mengatakan kebijakan tersebut menjadi terobosan yang berpotensi menjadi yang pertama di Indonesia.

Hal itu disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Insersi Kurikulum Pendidikan Perkoperasian di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa.

"Ini bahkan mungkin baru yang pertama di Indonesia, mudah-mudahan hasilnya bisa bagus," ujar Sumarno.

Menurutnya, kurikulum ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang sistem dan nilai-nilai koperasi yang mengedepankan kebersamaan, gotong royong, serta kedaulatan anggota.

"Koperasi adalah penggabungan konsep bisnis dengan nilai sosial. Ini yang harus kita tanamkan kembali kepada masyarakat sejak dini," tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga sejalan dengan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Melalui pendidikan sejak sekolah, diharapkan lahir sumber daya manusia yang memahami esensi koperasi secara utuh.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Dwi Silo Raharjo menjelaskan bahwa kurikulum ini akan diterapkan di seluruh sekolah di bawah Dinas Pendidikan serta madrasah di bawah Kementerian Agama di Jawa Tengah.

Menurutnya, selama ini pendidikan ekonomi di sekolah masih bersifat umum dan belum mengulas koperasi secara mendalam, padahal materi tersebut pernah menjadi bagian penting dalam kurikulum pendidikan Indonesia pada era 1980-an.

"Kami ingin menghidupkan kembali pendidikan perkoperasian. FGD ini bertujuan menyempurnakan draf kurikulum agar sesuai dengan kebijakan nasional dan daerah serta menghasilkan modul yang aplikatif," jelas Dwi.

FGD tersebut berlangsung selama tiga hari dan melibatkan 40 ahli dari berbagai unsur, mulai dari Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Dinas Pendidikan provinsi dan kota, hingga praktisi koperasi.

Pemprov Jateng menargetkan kurikulum ini mulai diterapkan pada tahun ajaran baru mendatang. Dengan kebijakan tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cakap secara finansial, tetapi juga memiliki jiwa sosial dan semangat gotong royong dalam membangun ekonomi bangsa melalui koperasi. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Forsan Jateng Siapkan Program Pencegahan Kekerasan di Pesantren
161 Tim Mahasiswa Ramaikan Lomba Artikel Populer Program Pemprov Jateng
Jateng Dorong Percepatan Pengesahan RUU Satu Data Indonesia
Peternak Muda Ambarawa Raih Juara II Lomba Domba Ekstrem Piala Gubernur Jateng 2026
Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus
Pemprov Jateng Rampungkan Kurikulum Perkoperasian untuk SD hingga SMA, Siap Diterapkan Tahun Ajaran 2026/2027
komentar
beritaTerbaru