Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong pengembangan pendidikan inklusif dengan membuka akses lebih luas bagi anak berkebutuhan khusus. "Bandung akan mulai merintis sekolah inklusif. Ini bukan hal mudah, tapi harus kita lakukan," kata Farhan.
Di sisi lain, isu kesehatan mental pelajar menjadi perhatian serius. Farhan mengungkapkan bahwa puluhan ribu siswa di Kota Bandung mengalami masalah mental, mulai dari stres hingga depresi berat.
Sebagai respons, Pemko Bandung akan memperkuat peran guru bimbingan konseling (BK) melalui pelatihan intensif serta menjalin kolaborasi dengan tenaga psikolog. "Ini tantangan besar. Kita tidak bisa hanya fokus pada akademik, tapi juga kondisi mental anak-anak kita," tegasnya.
Pemko Bandung juga memperkuat pendidikan karakter melalui kerja sama dengan TNI dan Polri, yang memberikan pelatihan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan di lingkungan sekolah.
Di akhir acara, Farhan menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa, sekaligus memotivasi para pelajar untuk terus semangat dalam menempuh pendidikan.
"Kepada anak-anakku, tetaplah semangat. Hari ini menentukan masa depan," pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar