Sabtu, 03 Oktober 2026

PJJ Diluncurkan, Solusi Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

Rabu, 29 April 2026 15:26 WIB
PJJ Diluncurkan, Solusi Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
Program PJJ jenjang pendidikan menengah resmi diluncurkan sebagai langkah strategis untuk menekan angka ATS di berbagai wilayah Indonesia.

Tangerang (buseronline.com) - Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah resmi diluncurkan sebagai langkah strategis untuk menekan angka anak tidak sekolah (ATS) di berbagai wilayah Indonesia.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, peluncuran ini disambut positif oleh sejumlah kepala sekolah yang menyatakan kesiapan dalam mendukung implementasinya.

Kepala Tata Usaha Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Malaysia, Sukma Sabdani menyebutkan bahwa PJJ telah terbukti efektif meningkatkan akses pendidikan bagi pelajar Indonesia di Sabah.

Ia mengungkapkan, dari sekitar 1.700 lulusan SMP setiap tahun, lebih dari separuh berhasil difasilitasi melalui program PJJ. "PJJ menjadi solusi bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di wilayah terpencil, termasuk kawasan perkebunan yang berjarak ratusan kilometer dari pusat kota maupun sekolah," ujarnya.

Menurutnya, fleksibilitas PJJ memungkinkan siswa tetap belajar sambil membantu orang tua bekerja. Ke depan, pihaknya berencana memperluas jangkauan program agar dapat mencakup lebih banyak peserta didik, termasuk mereka yang sudah bekerja namun belum menyelesaikan pendidikan.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Ternate, Maluku Utara, Sabaria Umahuk, menyatakan kesiapan sekolahnya sebagai sekolah induk pelaksana PJJ. SMAN 1 Ternate akan berkolaborasi dengan sejumlah sekolah mitra, yakni SMAN 1 Halmahera Utara, SMAN 1 Pulau Morotai, dan SMAN 2 Halmahera Timur.

"Program ini membuka peluang besar untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan formal, khususnya di Maluku Utara. Kami optimistis dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih merata dan berkualitas," katanya.

Dukungan juga datang dari Kepala SMAN 2 Padalarang, Jawa Barat, Kicky Eceu Wardani. Ia menilai PJJ sangat membantu siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran tatap muka, terutama mereka yang sempat putus sekolah.

"Pengalaman kami dalam program SMA Terbuka menjadi bekal penting dalam menjalankan PJJ. Kami juga telah berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menekankan pentingnya integrasi PJJ dengan konsep pembelajaran mendalam.

Menurutnya, PJJ tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengembangan kompetensi siswa secara menyeluruh.

"Sekolah induk dan mitra memiliki peran penting dalam menekan ATS sekaligus membentuk karakter peserta didik. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan berkualitas di Indonesia," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Masih di Posisi Kedua
Indonesia Tahan Malaysia 0-0, Garuda Masih Berpeluang ke Final
FIFA ASEAN Cup 2026: Cuma Malaysia dan Singapura yang Pakai Pelatih Lokal
Fergus Tierney Latihan Terpisah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
10 Pelajar Medan Bawa Nama Indonesia dalam Program Pertukaran Pelajar ke Ipoh
Tan Cheng Hoe Sebut Indonesia Favorit di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026
komentar
beritaTerbaru