Jakarta (buseronline.com) - Program kunjungan ke Istana Kepresidenan Jakarta memberikan pengalaman edukatif bagi pelajar sekaligus guru pendamping.
Kegiatan ini dinilai mampu memperluas wawasan mengenai sistem pemerintahan Indonesia serta mengenalkan secara langsung lingkungan Istana Presiden.
Kesempatan tersebut dirasakan oleh Wiwiek Susanti dan Teguh Membara, guru dari SMA Negeri 2 Jakarta, yang mendampingi siswa dalam kunjungan ke Istana Kepresidenan Jakarta.
Wiwiek mengaku bangga dan bahagia dapat berkunjung ke Istana Negara bersama para siswa. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi pengalaman bersejarah sekaligus sarana pembelajaran yang menarik bagi peserta didik.
"Bahagia sekali kami diundang ke Istana Negara. Anak-anak sangat antusias dan kami bangga bisa menjadi bagian dari tempat ini, menjadi sejarah buat kami," ujar Wiwiek.
Sementara itu, Teguh menilai kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru kepada siswa terkait berbagai fungsi lembaga di bawah kesekretariatan Presiden, baik kesekretariatan negara maupun kabinet.
"Kegiatannya sangat menambah wawasan murid-murid kami, terutama terkait lingkungan Istana Presiden dan fungsi-fungsi di dalamnya," kata Teguh.
Ia juga mengapresiasi program yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai terobosan yang mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Menurut Teguh, meski Istana Negara dikenal dengan protokoler keamanan yang ketat, program ini membuka kesempatan bagi siswa dan tenaga pendidik untuk melihat langsung pusat pemerintahan.
"Ini terobosan baru, di mana Istana Negara yang memiliki pengamanan ekstra kini bisa dikunjungi pada momen tertentu oleh siswa dan pendidik," ujarnya.
Teguh berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan diperluas jangkauannya hingga ke sekolah-sekolah di luar Jakarta. Ia menilai pengalaman ini penting untuk meningkatkan wawasan serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan pelajar.
Dalam kunjungan tersebut, Wiwiek dan Teguh juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program pemerintah di bidang pendidikan, seperti digitalisasi pembelajaran, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta revitalisasi sekolah.
"Program pemerintah sangat banyak dan perlu diapresiasi, terutama yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia," kata Wiwiek.
Teguh menambahkan, program MBG dan kebijakan lainnya telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan.
Keduanya berharap berbagai program tersebut dapat terus dijalankan secara konsisten dan ditingkatkan agar lebih tepat sasaran serta berdampak optimal bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
"Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas berbagai program yang membantu masyarakat dan dunia pendidikan," ujar Teguh.
Wiwiek pun berharap ke depan program-program tersebut semakin baik dan mampu menjadi fondasi penting bagi Indonesia menuju negara maju. (DKI1)
beritaTerkait
komentar