Kamis, 13 Agustus 2026

Gubernur Jateng Ajak Warga Cerdas Hadapi Hoaks dan Disinformasi

Senin, 27 April 2026 13:15 WIB
Gubernur Jateng Ajak Warga Cerdas Hadapi Hoaks dan Disinformasi
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memberikan kata sambutan dalam Seminar Nasional bertema “Wonosobo Melawan Hoaks: Penguatan Literasi Digital dan Ketahanan Informasi Masyarakat” di Aula Kampus 2 Unsiq, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (25/4/2026).

Wonosobo (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam membaca dan memahami informasi di tengah derasnya arus digital yang berpotensi memunculkan hoaks dan disinformasi.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Seminar Nasional bertema "Wonosobo Melawan Hoaks: Penguatan Literasi Digital dan Ketahanan Informasi Masyarakat" di Aula Kampus 2 Universitas Sains Al-Qur'an (Unsiq), Kabupaten Wonosobo, Sabtu.

Dilansir dari laman Jatengprov, Luthfi menekankan pentingnya menciptakan ekosistem informasi yang sehat agar tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

"Kita harus menciptakan informasi yang sehat. Jangan sampai ada disinformasi yang menyebabkan perpecahan. Berikan edukasi yang membangun, jangan yang memecah persatuan," ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa manfaat besar, namun juga membuka ruang luas bagi penyebaran informasi yang tidak benar.

Ia menegaskan bahwa hoaks bukan sekadar informasi keliru, melainkan ancaman serius bagi stabilitas sosial, kepercayaan publik, dan persatuan bangsa.

Karena itu, upaya memerangi hoaks harus dilakukan secara bersama-sama melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, media, hingga komunitas digital.

"Memerangi hoaks ini tidak mudah. Maka kita harus lakukan cek, recheck, dan final cek. Tidak bisa sembarangan dalam menerima informasi," tegasnya.

Seminar tersebut diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pengemudi ojek online, relawan, hingga kelompok masyarakat lainnya. Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyoroti pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam mendukung pembangunan daerah.

Ia menambahkan, pembangunan akan berjalan optimal apabila melibatkan seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat secara aktif.

Selain itu, dalam menjalankan pemerintahan, Luthfi mengingatkan seluruh jajaran, termasuk bupati dan wali kota, untuk menerapkan prinsip good and clear governance dengan mengedepankan transparansi dan keterbukaan.

"Jangan ada yang ditutup-tutupi, harus transparan agar masyarakat bisa melihat. Jangan alergi terhadap kritik, tapi jadikan sebagai pemacu untuk melayani dengan lebih baik lagi," tuturnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Harga Garam Rakyat Anjlok, Pemprov Jateng Minta Petambak Tahan Penjualan
Lahan Tidur 12 Tahun di Banjarnegara Disulap Jadi Lahan Produktif Lewat Revola Jateng Optimis
297 Lansia di Magelang Tengah Lulus Sekolah Lansia, Didorong Tetap Produktif
Jateng-Kaltim Sepakati Kerja Sama Lintas Sektor, Potensi Ekonomi Tembus Rp20,2 Triliun
Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng Capai 81 Persen
PM-AAS Dongkrak Produktivitas Padi di Brebes hingga 10,43 Ton per Hektare
komentar
beritaTerbaru