Rabu, 22 April 2026

Wamendikdasmen: Bahasa Indonesia Pemersatu Bangsa dan Kunci Ilmu Pengetahuan

Senin, 20 April 2026 18:51 WIB
Wamendikdasmen: Bahasa Indonesia Pemersatu Bangsa dan Kunci Ilmu Pengetahuan
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat saat memberikan arahan dalam kegiatan peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia di Palembang, Rabu (15/4/2026).

Palembang (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat menegaskan bahwa bahasa Indonesia memiliki peran strategis sebagai identitas nasional, pemersatu bangsa, sekaligus bahasa ilmu pengetahuan.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan dalam kegiatan peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia di Palembang, Rabu. Menurutnya, pengembangan bahasa Indonesia harus sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan agar tetap relevan di era modern.

"Bahasa Indonesia bukan hanya identitas, tetapi juga perekat bangsa. Ke depan, bahasa Indonesia harus terus dikembangkan dan ditopang oleh kemajuan ilmu pengetahuan," ujarnya dilansir dari laman Kemendikdasmen.

Atip menyoroti tantangan utama dalam dunia pendidikan saat ini, yakni masih rendahnya kemampuan pemahaman bacaan di kalangan peserta didik. Ia menyebut, banyak siswa yang mampu membaca, namun belum memahami isi teks secara utuh. "Banyak yang membaca, tetapi tidak memahami. Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembelajaran bahasa Indonesia yang kontekstual dan aplikatif. Guru diharapkan mampu mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami oleh siswa.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatra Selatan, Desi Ari Pressanti, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 200 siswa SMP dari Kabupaten Ogan Ilir yang mendapatkan pelatihan membaca cepat.

Selain itu, para guru pendamping juga diberikan pembekalan untuk meningkatkan kemampuan dalam mendampingi siswa. "Setelah kegiatan ini, akan dilakukan evaluasi dalam dua bulan untuk melihat perkembangan kemampuan literasi siswa dan menentukan langkah tindak lanjut," jelasnya.

Balai Bahasa juga melaksanakan kegiatan serupa untuk 200 siswa SD dalam kemampuan mengulas buku, serta 200 siswa SMA di Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam membaca kritis.

Dalam sesi dialog, para guru menyampaikan sejumlah kendala di lapangan, seperti keterbatasan listrik, akses internet, serta sarana pembelajaran di daerah terpencil.

Menanggapi hal tersebut, Atip menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya mengatasi kesenjangan pendidikan melalui program digitalisasi dan penyediaan perangkat pembelajaran.

Upaya ini, lanjutnya, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong revitalisasi pendidikan dan percepatan digitalisasi di satuan pendidikan.

Ia juga mendorong para guru untuk terus berinovasi dalam pembelajaran literasi, termasuk membiasakan siswa membaca dengan tujuan, memahami isi teks, serta mampu menyampaikan gagasan secara lisan maupun tulisan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas literasi dan kemahiran berbahasa Indonesia bagi siswa dan tenaga pendidik di Sumatra Selatan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wamendikdasmen Tinjau Persiapan TKA di Wonogiri, Tekankan Nilai Kejujuran
Revitalisasi 19 Sekolah di Karangasem Selesai, Kemendikdasmen Tegaskan Keberlanjutan Program
Wamen Fajar Tinjau Kesiapan TKA 2026 di Karangasem, Dorong Pemahaman dan Percaya Diri Siswa
Wamen Fajar Tinjau SMAN di Sukabumi, Pastikan Fasilitas Belajar Semakin Berkualitas
Gerakan ASRI di Sekolah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Kolaborasi Pendidikan dan Industri Jadi Kunci Lulusan Siap Masuk Dunia Kerja
komentar
beritaTerbaru