Senin, 25 Mei 2026

Kemendikdasmen Dorong Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi

Kamis, 09 April 2026 12:12 WIB
Kemendikdasmen Dorong Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi
Kemendikdasmen mendorong Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan nasional.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan nasional. Dilansir dari laman Kemendikdasmen, program ini bertujuan meningkatkan efisiensi birokrasi sekaligus memastikan layanan pendidikan tetap optimal dan berkualitas bagi masyarakat.

Transformasi Budaya Kerja mengacu pada tiga pilar utama: pemerataan akses dan keadilan layanan, relevansi dan kesiapan menghadapi masa depan, serta partisipasi semesta. ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat diajak berperan aktif untuk memastikan perubahan berjalan efektif tanpa mengurangi kualitas layanan.

Beberapa langkah strategis yang diterapkan antara lain Work From Home (WFH) bagi ASN setiap Jumat, efisiensi kendaraan dinas, pengurangan perjalanan dinas, serta penguatan program hemat energi melalui transportasi publik dan perluasan Car Free Day (CFD). Kebijakan WFH berlaku sejak 1 April 2026 dan akan dievaluasi setelah dua bulan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menegaskan, WFH bukan berarti libur, ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab, hanya dari lokasi berbeda, sementara layanan masyarakat tetap berjalan.

Layanan publik seperti Unit Layanan Terpadu (ULT) tetap aktif melalui tatap muka, posel, WhatsApp, dan telepon. Guru tetap wajib hadir sesuai jadwal murid di sekolah, kecuali ada pengecualian sesuai aturan pemerintah.

Selain itu, Gerakan Hemat Energi yang sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki. Sekolah juga didorong membangun kebiasaan positif seperti menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, penghijauan, dan penggunaan sumber daya efisien.

Abdul Mu'ti menambahkan, dengan semangat gotong royong, ASN, sekolah, dan masyarakat bisa bergerak bersama. Transformasi ini memastikan produktivitas tetap terjaga, layanan hadir, dan pendidikan berkualitas dapat dinikmati semua. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kemendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Digitalisasi Wilayah 3T
Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
USU Siapkan SDM Masa Depan Bangsa
Program “Istana untuk Anak Sekolah” Beri Pengalaman Berkesan bagi Ratusan Pelajar dan Mahasiswa
Taput Jadi Contoh Pembentukan Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Sumut
Kepri Perkuat Kualitas Pendidikan Lewat Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran
komentar
beritaTerbaru