Kamis, 21 Mei 2026

Penguatan Pendidikan Difokuskan pada Toleransi dan Karakter

Senin, 23 Maret 2026 11:18 WIB
Penguatan Pendidikan Difokuskan pada Toleransi dan Karakter
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti berfoto bersama para tokoh lintas agama dalam pertemuan yang diselenggarakan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) di Jakarta, Senin (16/3/2026). (Dok/Kemendikdasmen)
Jakarta (buseronline.com) - Penguatan nilai toleransi dan pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam upaya peningkatan kualitas sistem pendidikan nasional. Hal tersebut ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu ti, dalam pertemuan lintas tokoh agama yang diselenggarakan Indonesian Conference on Religion and Peace di Jakarta, Senin.

Dalam forum tersebut, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Menteri Mu’ti menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus berupaya menjalankan amanah konstitusi untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat Indonesia. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional dalam membentuk generasi yang unggul dan berdaya saing.

“Program kami adalah menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua, sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, nilai toleransi merupakan elemen penting dalam kebijakan penguatan pendidikan karakter. Dalam konteks Indonesia sebagai negara majemuk, generasi muda tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan serta sikap saling menghormati antaragama dan budaya.

Karena itu, berbagai kegiatan lintas agama dan budaya terus didorong menjadi bagian dari ekosistem pendidikan. Kegiatan tersebut dinilai mampu menanamkan pemahaman sejak dini bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa.

“Indonesia adalah rumah kita bersama. Karena itu anak-anak kita perlu memiliki jiwa keindonesiaan dan kesadaran bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk memajukan bangsa ini bersama-sama,” jelasnya.

Dalam implementasinya, Kemendikdasmen juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dari beragam latar belakang, baik organisasi maupun keagamaan. Menteri Mu’ti menyebut pihaknya telah melakukan kunjungan ke sejumlah institusi pendidikan guna memperkuat kolaborasi tersebut.

Beberapa di antaranya adalah Global Sevilla School serta Kolese Van Lith. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan sekaligus memperkuat nilai inklusivitas dalam dunia pendidikan.

Selain itu, tradisi dialog lintas agama juga terus dikembangkan sebagai sarana membangun saling pengertian antarindividu. Lingkungan pendidikan dinilai sebagai ruang strategis untuk menanamkan nilai toleransi sekaligus memperkuat identitas kebangsaan.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap sistem pendidikan nasional tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, menjunjung tinggi keberagaman, serta mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah masyarakat yang plural.

Dengan penguatan pendidikan karakter dan kolaborasi lintas komunitas, pendidikan diharapkan menjadi fondasi utama dalam membangun generasi Indonesia yang mampu menjaga persatuan sekaligus mendorong kemajuan bangsa. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja
Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Mulai Beroperasi Juli 2026
150 Siswa Jabar Jalani Pendidikan Karakter Pancawaluya di Mako TNI Cilandak
Pemprov Jabar Pastikan Siswa Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah pada SPMB 2026
Polda Sumsel dan Divhumas Polri Perkuat Mitigasi El Nino Hadapi Ancaman Karhutla
41 Apoteker Baru Perkuat Layanan Kesehatan di Garut
komentar
beritaTerbaru