Senin, 06 April 2026

Lulusan Sekolah Vokasi Jateng 90 Persen Terserap Tenaga Kerja, Gubernur Ahmad Pastikan Siap Pakai

GY Simanjuntak MSi - Jumat, 13 Maret 2026 09:00 WIB
Lulusan Sekolah Vokasi Jateng 90 Persen Terserap Tenaga Kerja, Gubernur Ahmad Pastikan Siap Pakai
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Menteri Perdagangan RI Budi Santoso meninjau proses pembelajaran dan karya siswa sekolah vokasi di SMK Raden Umar Said, Kudus, Kamis (12/3/2026). (Dok/Jatengprov)

Kudus (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa sekitar 90 persen lulusan sekolah vokasi di Jawa Tengah telah terserap di dunia kerja, khususnya di sektor industri. Hal tersebut dinilai sebagai bukti bahwa lulusan sekolah vokasi di daerah tersebut telah memiliki kompetensi yang siap pakai.


“Dari 10 persen yang belum terserap, karena belum cukup umur untuk melanjutkan kerja,” ujar Luthfi saat melakukan kunjungan bersama Menteri Perdagangan RI Budi Santoso di sejumlah sekolah vokasi di Kabupaten Kudus, Kamis.


Kunjungan tersebut dilakukan di tiga sekolah vokasi, yakni SMK Raden Umar Said Kudus, SMK NU Banat Kudus, dan SMK Wisudha Karya Kudus.


Dalam kegiatan itu, dilansir dari laman Jatengprov, Gubernur Ahmad Luthfi turut didampingi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah July Emmylia, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Sadimin.


Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung berbagai kegiatan pembelajaran serta karya siswa dari sejumlah bidang keahlian.


Di SMK Raden Umar Said Kudus, rombongan menyaksikan karya animasi yang dibuat oleh para siswa. Sementara di SMK NU Banat Kudus, rombongan melihat hasil karya siswa di bidang fesyen dan kewirausahaan, termasuk peragaan busana serta berbagai produk kreatif yang dikembangkan oleh para pelajar.


Sedangkan di SMK Wisudha Karya Kudus, rombongan meninjau kegiatan pembelajaran vokasi di bidang pelayaran yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor maritim.


Menurut Ahmad Luthfi, sekolah vokasi menjadi salah satu kekuatan daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bekerja. Keberagaman bidang keahlian yang tersedia dinilai menunjukkan kesiapan generasi muda Jawa Tengah untuk memasuki berbagai sektor industri.


“Ini merupakan bukti bahwa masyarakat kita sudah siap pakai. Anak-anak muda di sekolah vokasi di Jawa Tengah siap bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah kita,” ujarnya.


Ia menambahkan, pemerintah provinsi saat ini terus mendorong penguatan pendidikan vokasi, pengembangan investasi padat karya, serta memperbanyak keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.


Sementara itu, salah satu siswa SMK Raden Umar Said Kudus, Haidar, mengaku kemampuannya di bidang animasi berkembang pesat sejak menempuh pendidikan di sekolah tersebut, meskipun saat ini ia masih duduk di kelas XI.


Haidar berharap suatu saat dapat menjadi animator profesional dan berkarya di industri animasi. Ia menyebutkan bahwa para siswa di sekolah tersebut sudah terbiasa mengerjakan proyek dari industri sehingga memiliki pengalaman kerja sebelum lulus. Bahkan, beberapa karya siswa telah berhasil terjual ke pasar internasional seperti Amerika Serikat dan Jepang.


Di sisi lain, siswa SMK NU Banat Kudus, Hannah Rahmania Putri, mengatakan bahwa para siswa tidak hanya belajar desain, tetapi juga mengembangkan produk yang siap dipasarkan.


“Untuk semester ini kami sedang mengembangkan beberapa produk, seperti card holder, lanyard, dompet, dan sabuk,” ujarnya.


Menteri Perdagangan Budi Santoso menambahkan bahwa pemerintah siap membantu membuka akses pasar internasional bagi berbagai produk kreatif, termasuk jasa animasi yang dihasilkan oleh para siswa sekolah vokasi.


Menurutnya, Kementerian Perdagangan memiliki jaringan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara yang bertugas mempromosikan produk Indonesia ke pasar global.


“Kalau ada produk jasa seperti animasi dari teman-teman SMK ini, kami bisa membantu mempertemukan dengan permintaan pasar di luar negeri,” jelas Budi.


Dengan capaian serapan tenaga kerja yang tinggi, Gubernur Ahmad Luthfi optimistis sekolah vokasi di Jawa Tengah akan terus menjadi sumber SDM terampil yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar