Senin, 06 April 2026

PKGSD-MBI Jadi Upaya Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru SD Mengajar Bahasa Inggris

GY Simanjuntak MSi - Kamis, 12 Maret 2026 11:12 WIB
PKGSD-MBI Jadi Upaya Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru SD Mengajar Bahasa Inggris
Direktur Guru Pendidikan Dasar Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Rachmadi Widdiharto menyampaikan sambutan secara daring pada peluncuran Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI), Senin (9/3/202

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kompetensi guru sekolah dasar (SD) dalam mengajar Bahasa Inggris melalui Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI).


Program ini disiapkan sebagai langkah strategis menjelang penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SD mulai tahun ajaran 2027/2028.


Program pelatihan tersebut dilaksanakan secara bertahap hingga menjelang tahun ajaran baru 2027/2028. Pada tahap pertama, sebanyak 5.777 guru dari 177 kabupaten/kota di 34 provinsi akan mengikuti pelatihan yang dijadwalkan berlangsung selama enam bulan dan ditargetkan rampung pada Agustus hingga September 2026.


Direktur Guru Pendidikan Dasar pada Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG), Rachmadi Widdiharto, mengatakan bahwa program ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama bagi para guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional mereka.


“Kami memahami bahwa bagi sebagian guru, mengajar Bahasa Inggris mungkin terasa sebagai tantangan baru. Namun saya ingin mengajak Bapak dan Ibu untuk melihatnya bukan sebagai beban tambahan, melainkan sebagai kesempatan untuk berkembang bersama murid-murid kita,” ujar Rachmadi di Jakarta, Senin.


Ia menegaskan bahwa guru pada hakikatnya adalah pembelajar sepanjang hayat. Ketika guru terus mengembangkan kapasitas diri, maka proses pembelajaran di kelas akan menjadi lebih hidup dan bermakna bagi para murid.


Menurutnya, penguatan pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membekali murid dengan kemampuan dasar yang relevan dengan perkembangan zaman.


Rachmadi juga mendorong para peserta pelatihan untuk membagikan praktik baik kepada rekan sejawat agar manfaat pelatihan dapat dirasakan lebih luas oleh komunitas guru.


“Oleh karena itu, setelah mengikuti pelatihan ini kami berharap Ibu dan Bapak tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kelas masing-masing, tetapi juga berbagi praktik baik kepada rekan sejawat melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) ataupun forum profesional lainnya,” jelasnya.


Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Program PKGSD-MBI difokuskan pada penguatan kompetensi guru dalam dua aspek utama, yakni peningkatan kemahiran berbahasa Inggris serta penguasaan pedagogi pembelajaran Bahasa Inggris di SD.


Pelatihan ini dirancang menggunakan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan agar para guru dapat mengikuti proses pembelajaran dengan nyaman.


Dengan pendekatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam praktik pembelajaran di kelas.


Sebagai bagian dari upaya pemerataan akses peningkatan kompetensi guru, Kemendikdasmen juga memberikan kesempatan bagi guru SD yang belum mengikuti pelatihan untuk belajar secara mandiri melalui Learning Management System (LMS) serta modul pada fitur Pembelajaran Mandiri di platform Rumah Pendidikan.


Pelaksanaan program ini turut melibatkan berbagai unit pelaksana teknis pendidikan, termasuk Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) di berbagai wilayah Indonesia.


Perwakilan BGTK Papua, Eka Setianingsuci, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan dan sekolah-sekolah di wilayah Papua dalam proses penjaringan peserta pelatihan.


“Kami mulai menjaring peserta melalui koordinasi dengan dinas pendidikan di kabupaten/kota serta berkomunikasi dengan sekolah-sekolah. Antusiasme guru di Papua cukup tinggi karena mereka melihat pelatihan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kompetensi mengajar Bahasa Inggris di sekolah dasar,” ungkapnya.


Antusiasme juga datang dari para peserta pelatihan. Salah seorang guru peserta dari Gorontalo, Salma Abu Bakar Supu, mengaku senang dapat mengikuti program peningkatan kapasitas tersebut.


“Saya sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini. Materinya disampaikan dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan, sehingga membuat kami lebih percaya diri untuk mengajarkan Bahasa Inggris yang lebih mudah dan menarik kepada murid-murid di kelas,” ujarnya.


Melalui program PKGSD-MBI ini, Kemendikdasmen berharap semakin banyak guru SD yang memiliki kompetensi serta kepercayaan diri dalam mengajarkan Bahasa Inggris.


Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD dapat berlangsung lebih menarik, komunikatif, dan mampu mendukung penguatan kemampuan dasar murid di seluruh Indonesia. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar