Senin, 06 April 2026

Enam Ruang Kelas Darurat di SMA Negeri 2 Meureudu Diresmikan Mendikdasmen

GY Simanjuntak MSi - Kamis, 12 Maret 2026 11:24 WIB
Enam Ruang Kelas Darurat di SMA Negeri 2 Meureudu Diresmikan Mendikdasmen
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti berbincang dengan siswa saat meninjau sekaligus meresmikan enam Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMA Negeri 2 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Senin (9/3/2026). (Dok/Kemendikdasmen)
Pidie Jaya (buseronline.com) - Tiga bulan pascabencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen) terus melakukan berbagai upaya untuk memulihkan proses pembelajaran dan infrastruktur pendidikan.

Salah satunya melalui peresmian enam Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMA Negeri 2 Meureudu oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu ti, Senin. Dalam kunjungan tersebut, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Mendikdasmen tidak hanya meresmikan RKD, tetapi juga menyapa para siswa, menyerahkan bantuan buku pembelajaran, serta memberikan motivasi kepada warga sekolah yang terdampak bencana.

“Hari ini saya mengunjungi SMA Negeri 2 Meureudu di Pidie Jaya untuk meresmikan enam RKD dan membagikan sejumlah bantuan buku serta peralatan sekolah. Ini adalah wujud nyata upaya kami untuk mempercepat proses pembangunan dan rekonstruksi pascamusibah yang melanda di Sumatra, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya,” ujar Abdul Mu ti.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan enam RKD tersebut merupakan langkah sementara sambil menunggu proses rekonstruksi gedung utama sekolah yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kami terus mengusahakan agar pelaksanaan rekonstruksi gedung sekolah dapat segera dilakukan. Ketika gedung sekolah sudah berdiri, RKD ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk fasilitas lain seperti kantin atau kebutuhan pembelajaran lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Meureudu, Muhammadiah, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kemendikdasmen atas perhatian yang diberikan kepada sekolahnya. Ia menuturkan bahwa SMA Negeri 2 Meureudu merupakan salah satu sekolah yang paling parah terdampak banjir yang terjadi pada akhir November 2025.

“Di tengah suasana Bulan Suci Ramadan ini, kami mengucapkan rasa syukur atas peresmian enam RKD. Kami sangat tersanjung atas kunjungan Pak Menteri. Ini menjadi momentum bagi kami untuk bangkit dan terus menjadi lebih baik ke depan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa SMA Negeri 2 Meureudu termasuk salah satu sekolah di Kabupaten Pidie Jaya yang akan dibangun kembali oleh Kemendikdasmen bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Seluruh bangunan sekolah rencananya akan diratakan dan dibangun kembali sesuai dengan desain baru yang telah disiapkan.

“Terima kasih kepada Kemendikdasmen dan Pak Menteri. Semoga seluruh bantuan yang kami terima dapat bermanfaat dan menjadi rahmat bagi seluruh warga sekolah SMA Negeri 2 Meureudu,” tambahnya.

Kehadiran RKD juga membawa kebahagiaan bagi para siswa. Salah satunya dirasakan oleh Israqiah, siswi SMA Negeri 2 Meureudu. Ia mengungkapkan bahwa sebelum adanya RKD, kegiatan belajar mengajar dilakukan di tenda darurat dengan alas terpal.

“Saya melihat langsung proses pembangunan RKD ini yang sangat cepat. Ruangannya cukup baik, ada bangku, meja, dan papan tulis. Senang rasanya bisa kembali belajar di ruang kelas,” kata Israqiah.

Hal senada disampaikan oleh Ziadatul Una yang mengaku sangat bersyukur dapat kembali belajar di ruang kelas setelah beberapa waktu menjalani proses pembelajaran dalam kondisi terbatas akibat bencana.

“Kami sangat bersyukur atas semua bantuan yang hari ini kami terima. Semoga pendidikan di daerah kami kembali pulih dan kami semua bisa bersekolah dengan aman dan bahagia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Abdul Mu’ti juga menyerahkan bantuan buku pembelajaran serta Bantuan Pendidikan Tahun 2026 senilai Rp25 juta bagi sekolah.

Sebagai informasi, di Kabupaten Pidie Jaya terdapat 21 RKD yang tersebar di lima sekolah. Hingga 6 Maret 2026, Kemendikdasmen juga telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 1.642 sekolah di berbagai daerah dengan nilai bantuan mencapai lebih dari Rp1,741 T.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.455 sekolah dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah, sedangkan 187 sekolah lainnya dilaksanakan melalui kerja sama dengan TNI AD.

Pemerintah berharap berbagai langkah pemulihan tersebut dapat mempercepat kembalinya proses pembelajaran secara normal di wilayah terdampak bencana, sekaligus memastikan peserta didik tetap mendapatkan layanan pendidikan yang layak dan berkualitas. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar